Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: InMobi
Dream - Bagi Sahabat Dream yang memainkan game di smartphone ataupun tablet mungkin kerap melihat iklan yang tiba-tiba saja mucul. Meski terkadang terkesan mengganggu kenyamanan saat bermain game, ternyata pemasangan iklan di mobile game ini telah terbukti semakin efektif menurut para pengiklan.
Dalam laporan terbaru bertajuk Mobile Game Advertising in 2022, Southeast Asia yang dirilis oleh InMobi pada Kamis, 22 September 2022, menyebutkan bahwa pemasangan iklan di mobile game telah terbukti semakin efektif, dengan meningkat tajam hingga dua kali lipat dari tahun lalu.
Laporan tersebut melakukan survei terhadap 200 pemimpin mobile marketing di Asia Tenggara. Peningkatan ini mulai terlihat sejak masa pandemi beberapa tahun lalu, di mana tiga dari lima pengiklan mulai memanfaatkan iklan dalam mobile game dalam dua tahun terakhir.
Setidaknya 80 persen responden mengaku telah memasang iklan selama setahun atau lebih, dengan 98 persen pengiklan melaporkan peningkatan pengeluaran mereka untuk mobile game.
Menurut laporan tersebut, format iklan unik dalam iklan mobile game memungkinkan perhatian dan interaksi audiens yang lebih tinggi, sehingga menarik minat yang kuat dari pengiklan. Format iklan mobile game yang paling banyak dieksplorasi adalah video berhadiah, iklan playable, dan iklan interstisial.
Namun, iklan dalam game juga semakin populer karena pengiklan berusaha mengintegrasikan iklan ke dalam game dan membuat game lebih realistis.
Laporan ini juga membagikan wawasan tambahan tentang sikap pengiklan terhadap iklan mobile game, serta persepsi dan tujuan mereka untuk meluncurkan iklan gaming di masa mendatang.
Lebih dari 39 persen responden memilih belanja iklan programmatic sebagai opsi belanja iklan (media buying) yang paling disukai di aplikasi mobile game.

Selain itu, hampir 90 persen responden menganggap kesesuaian konten game dengan nilai-nilai brand sebagai faktor utama saat mengadopsi iklan mobile game.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan