Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Shutterstock
Dream - Sejalan dengan teknologi yang berkembang semakin pesat, metode pembayaran mengalami perkembangan cepat dengan hadirnya banyak inovasi menyesuaikan kebutuhan tiap generasi.
Sejalan dengan generasi masa kini yang meminta segala sesuatu serba cepat, metode pembayaran contactless semakin diminati.
Pembayaran contactless sendiri adalah sistem pembayaran dengan kartu tanpa memberikan kartu tersebut kepada kasir. Pembeli cukup menempelkan kartu debit di mesin EDC atau mendekatkan QRIS ke mesin pemindai.

“ Pembayaran contactless ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004, sekarang inisiatif ini mulai cepat bergerak dan diminati,” jelas Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia pada konferensi virtual Contactless Talk Tap Into The Future, Selasa 29 Maret 2022.
Di Indonesia sendiri, pembayaran contactless cukup banyak diminati oleh generasi sekarang. Berdasarkan studi yang dibagikan Visa, 30 persen orang sudah menggunakan contactless.

“ Dari 78 persen generasi Y tertarik menggunakan contactless ini, dan dari gen Z sendiri sekitar 70 persen,” tambah Riko.
Dan 7 dari 10 orang yang punya kartu contactless ini mengaku lebih sering menggunakannya selama pandemi.

“ Pandemi telah meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dna keselamatan, jadi mereka mencari cara baru yang minim sentuhan,” tambah Riko.
Selain lebih aman selama pandemi alasan memilih pembayaran contactless ini biasanya karena bebas repot, mudah digunakan dan memang berkurangnya konsumen membawa uang tunai.
Pembayaran contactless ini telah menjadi metode pembayaran di banyak negara seluruh dunia. Lebih dari 20 negara mengadopsi pembayaran contactless ini.

“ Di Australia dan Singapura lebih dari 90 persen sudah menggunakan contactless ini. Indonesia sendiri cukup tertinggal dengan Vietnam dan Kamboja,” tambah Riko.
Di Indonesia sendiri, pembayaran menggunakan kartu kredit contactless Visa dapat dilakukan hanya dengan sekali tap, tanpa perlu memasukkan PIN untuk nominal transaksi hingga Rp 1 juta.
Kartu contactless ini menjadi inisiatif menuju alat pembayaran masa depan. Ke depannya contactless ini akan diadopsi melalui alat digital lain yang lebih mudah dibawa atau menempel pada smartphone pribadi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam