Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Museum Bawah Laut (Foto: Shutterstock)
Dream - Traveler pecinta tempat-tempat bersejarah pasti suka berkunjung ke museum yang satu ini. Bukan museum biasa, tapi ini adalah museum bawah laut.
Anda bisa menjelajahi reruntuhan arkeologi serta seni kontemporer di museum bawah laut ini. Jika Anda tidak bersertifikat SCUBA, sebagian besar juga dapat dilihat dengan snorkeling atau mengikuti tur dengan perahu berlantai kaca.
Penampakannya memang bikin bergidik, karena patung-patung di bawah laut ini seperti sudah hidup ratusan tahun lamanya. Sensasi misterius dan anti-mainstream inilah yang justru dicari oleh banyak traveler.
Berikut 5 museum bawah laut paling terkenal di dunia seperti dikutip dari tripsavvy.com.
1. Baia Underwater Park, Italia

(Foto: tripsavvy.com)
Kebanyakan orang tahu tentang Pompeii, kota Romawi dekat Naples, tetapi sedikit yang tahu tentang Baia yang luasnya kira-kira tiga kali ukuran Pompeii. Sementara Pompeii tertutup abu vulkanik, Baia ditinggalkan pada abad ke-8 dan kemudian terendam di bawah air. Keindahan peninggalan sejarah di bawah laut itu dapat dieksplorasi oleh perenang snorkel maupun penyelam.
Hanya beberapa kilometer di utara Naples dekat Pozzuoli, pengunjung dapat mengunjungi Baia Underwater Park. Kota ini dulunya merupakan resor tepi laut yang mewah bagi orang kaya Roma dan bahkan kaisar Caligula. Para sejarawan membandingkannya dengan Las Vegas atau Beverly Hills.
Pada musim panas yang cerah pengunjung dapat melakukan perjalanan dengan perahu berlantai kaca untuk melihat reruntuhan. Ada juga wisata snorkeling, tetapi pengalaman terbaik akan didapat dengan peralatan SCUBA. Dengan bimbingan seorang instruktur lokal Anda akan dapat berenang di antara patung-patung marmer dan menyentuh lantai mosaik.
2. Pelabuhan Herodes, Israel

(Foto: tripsavvy.com)
Kota Caesarea di Israel telah menjadi pusat penggalian selama 30 tahun terakhir. Pada 2006, Pelabuhan Herodes dibuka sebagai museum bawah laut yang difokuskan pada salah satu pelabuhan terbesar Kekaisaran Romawi, yang diresmikan pada 10 SM.
Pengunjung dapat berenang dari pameran ke pameran untuk melihat mercusuar yang hancur, fondasi orisinil, jangkar dan tiang. Ada 36 situs berbeda sepanjang empat jalur yang ditandai dari pelabuhan yang tenggelam. Pengunjung juga diberi peta kedap air. Satu jalur dapat diakses oleh perenang snorkel sementara yang lain semuanya dirancang untuk penyelam pemula.
3. Museum Subacuático de Arte (MUSA)

(Foto: tripsavvy.com)
Museum seni kontemporer bawah laut ini memiliki lebih dari 500 patung monumental permanen di perairan yang dikelilingi Cancun, Isla Mujeres dan Punta Nizuc. Tujuan museum adalah untuk menunjukkan interaksi antara seni dan sains serta membentuk struktur terumbu laut untuk berkoloni. Semua karya seni terbuat dari bahan khusus yang akan mempromosikan kehidupan karang dan ditambatkan ke dasar laut.
Pengunjung dapat melihat karya seni ini melalui wisata perahu berlantai kaca, rute snorkeling dan menyelam. Bagian penting MUSA adalah untuk menarik sekitar 750.000 penyelam setiap tahun yang datang ke semenanjung Yucatan jauh dari terumbu karang.
4. Museum Atlántico Lanzarote

(Foto: tripsavvy.com)
Baru dibuka pada 2016, Museo Atlántico Lanzarote terinspirasi oleh MUSA di Meksiko dan merupakan museum seni kontemporer bawah laut pertama di Eropa. Instalasi ini dibuat untuk menarik perhatian pada masalah lingkungan dan perubahan iklim serta menciptakan habitat laut baru untuk Kepulauan Canary. Instruktur selam memimpin tur bawah laut untuk memperlihatkan hampir 300 pahatan kepada pengunjung.
5. Shipwreck Trail, Florida Keys

(Foto: tripsavvy.com)
Penyelam dapat menjelajahi jejak kapal karam bersejarah di Suaka Laut Nasional Florida Keys. Beberapa situs sangat dangkal sementara yang lain jauh lebih dalam sehingga butuh penyelam berpengalaman.
Kapal karam tertua, San Pedro, yang meninggalkan Kuba Havana menuju Spanyol pada 1733. Kapal itu membawa koin perak Meksiko dan peti porselen China. Kapal terjebak dalam badai dan tak punya cukup waktu untuk kembali ke pelabuhan, sehingga kapal itu tenggelam. Kapal ini ditemukan pada 1960 oleh pemburu harta karun yang membantu melepaskan pemberat dan meriam serta sisa-sisa muatan.
Yang termuda adalah Thunderbolt yang dibangun selama Perang Dunia II. Kapal itu tidak pernah secara resmi ditugaskan dan kemudian digunakan untuk penelitian tentang energi listrik. Kapal itu disumbangkan ke Florida Keys Artificial Reef Association dan sengaja ditenggelamkan pada 1986.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari