Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Penampakan Toko Fashion Jadul Berusia 57 Tahun
Dream - Membeli pakaian secara online belakangan menjadi hal yang digandrungi masyarakat dari berbagai kalangan.
Namun di tengah proses modernisasi tersebut, masih ada segelintir pedagang yang bertahan dengan berjualan secara offline.
Seperti yang dilakukan pemilik toko fashion yang berdiri selama puluhan tahun, yang terlihat dalam video TikTok @pinotjohnny ini.
Dalam video berdurasi 58 detik itu, terlihat sebuah toko kelontong yang bangunannya terlihat reyot karena usianya yang sudah tua.
Toko bergaya jaman dulu (jadul) itu ukurannya kecil dan berdiri di sudut perempatan jalan. Menurut keterangan, toko tersebut terletak di Bogor, Jawa Barat.

Meski tidak luas, tapi bangunan toko tersebut masih asli sejak 1942. Awalnya toko yang didirikan ayah dari pemilik sekarang yang bernama Om Awi itu berjualan sembako.
Sejak dipegang oleh Om Awi pada tahun 1967, toko tersebut berganti nama menjadi Mega Segar.
Selain itu, sedikit demi sedikit toko tersebut mulai berjualan barang fashion branded di masa itu.
Dari luar, kita bisa melihat aneka macam sandal dan sepatu melalui kaca display di depan toko.
Menurut keterangan video, sampai hari ini toko fashion jadul itu belum mengalami perbaikan besar-besaran.
Bahkan ketika masuk ke dalam toko, plafon bangunannya juga masih memakai anyaman bambu yang dicat putih.

Lantai toko juga masih menggunakan model yang biasa terlihat di rumah-rumah tua dari zaman Belanda.

Tampak berbagai macam jenis pakaian digantung di atas plafon yang terbuat dari anyaman bambu.
Sejak tahun 60an, toko fashion jadul ini tidak menjual barang palsu. Bahkan sampai sekarang pun yang dijual barang asli.

Selain pakaian, toko ini juga berjualan aneka aksesori dan parfum jadul. Lucunya, cara membungkus barang yang dijual juga masih pakai kertas, bukan kantong plastik seperti sekarang.
@pinotjohnny Bangunan toko ini masih asli sejak 1942. Dulu adalah toko sembako, yang berjualan ayahnya Om Awi. Tahun 1967, sedikit demi sedikit Om Awi mulai menjual barang barang fashion dan tokonya mulai bernama Mega Segar. Sampai hari ini, tokonya belum mengalami perbaikan besar. Bahkan plafon tokonya masih pakai bilik kayu yang dicat putih. Masuk ke dalam toko, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Ada sendal dan sepatu kulit jaman dulu dari kulit asli yang sudah jarang ditemui di toko modern. #bogortempodoeloe #amco #levis #zippo #zippolighter #cardinalcopia ♬ Home - Michael Bublé
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya