Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Terkadang teknik polisi membongkar sebuah kejahatan terbongkar karena sesuatu yang terduga. Seperti pepatah sepandai-pandainya bangkai ditutupi, baunya akan tercium juga, aksi pelaku kejahatan pasti akan terungkap. Tinggal berapa lama waktu kasus itu akan terendus aparat penegak hukum.
Pepatah itu terbukti ketika polisi di China berhasil mengungkap kasus dari sebuah kejahatan misterius. Polisi sempat memutar otak dua kali agar bisa menemukan jejak kejahatan dari pelaku.
Ide tak terduga datang dari polisi di China yang menangkap penjahat misterius setelah menemukan nyamuk berlumuran darah yang tergencet di apartemen sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari ide tak terduga itu, pihak berwenang di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur, mendicuk seorang pencuri ke pengadilan bermodalkan hasil analisa dari noda darah yang ditinggalkan di dinding oleh nyamuk yang tergencet tersebut.
Penjahat tersebut telah melakukan pencurian di apartemen. Saat memeriksa TKP, polisi memperkirakan bahwa pencuri telah menerobos rumah apartemen setelah naik ke balkon dan kemungkinan bermalam di rumah itu.

Penyidik menemukan sisa mie, telur matang di dapur, selimut, bantal yang diambil dari lemari dan ditinggalkan di tempat tidur.
Kemudian ada dupa yang dibakar. Semua petunjuk itu menunjukkan ada yang masuk ke apartemen dan menghabiskan waktu di sana.
Setelah menemukan noda darah yang tertinggal oleh nyamuk mati yang tergencet di dinding, mereka memutuskan untuk melakukan tes DNA pada darah. Menurut mereka darah itu layak untuk dianalisis.
Tes DNA menunjukkan bahwa darah itu adalah milik seorang pria bermarga Chai memiliki catatan kriminal.

Chai dibawa untuk diinterogasi setelah 19 hari dari waktu perampokan. Dengan hasil, Chai mengakui aksi perampokannya.
Dia saat ini ditahan sambil menunggu persidangan. Selain Chai, ada tiga perampok lain yang juga menjadi tersangka.
Sumber: Odditycentral.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya