Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Saat ini aset perbankan syariah mencapai US$ 778 miliar. Jumlah itu tumbuh sekitar 17 persen dibandingkan aset tahun 2009-2013.
Sekitar 95 persen dari aset perbankan internasional itu berasal dari 9 negara yang lima di antaranya negara Timur Tengah. Seperti Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait dan Bahrain, di luar itu ada juga Malaysia. Sementara kemajuan positif ditunjukkan Indonesia, Pakistan, dan Turki.
Enam pasar yang mengalami pertumbuhan paling cepat adalah Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki (QISMUT). Negara-negara itu memiliki 80 persen aset perbankan syariah internasional senilai US$ 625 miliar pada tahun 2013. Aset perbankan QISMUT ini diperkirakan akan tumbuh 19 persen mencapai US$ 1,8 triliun.
" Industri perbankan syariah telah menjadi tren di beberapa pasar utama. Hal ini memberikan peluang baru serta tantangan baru yang menuntuk pendekatan yang berbeda untuk menciptakan pertumbuhan yang menguntungkan," ujar Ketua Global Islamic Finance EY, Ashar Nazim seperti dikutip dari Arab News.
Para nasabah memiliki persepsi yang berbeda mengenai perbankan syariah. Namun, di masa depan, akan ada pertumbuhan perbankan syariah yang signifikan dengan digunakannya teknologi digital.
Bank yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi ini perlu bekerja keras untuk menarik nasabah bank konvensional. EY menganalisis pendapat nasabah bank-bank syariah di Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, Indonesia, Turki, Qatar dan Oman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah biasa-biasa saja selama bertahun-tahun keberadaan bank syariah.
" Nasabah semakin aktif secara online, untuk itu bank syariah harus meningkatkan nilai tambah melalui teknologi," jelasnya.
Perbankan syariah harus mampu melakukan transformasi untuk memenuhi segala kebutuhan pelanggan. Selain itu, bank syariah juga harus menciptakan kinerja yang efisien. Salah satu caranya dengan mengadopsi sistem berbasis teknologi ini. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya