Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah mendapatkan izin untuk mencari tenaga Pembantu Rumah Tangga (PRT) ke negara-negara baru. Beberapa negara yang masuk ke dalam daftar negara baru sumber PRT antara lain China, Chili, Aljazair, Tunisia, Sudan, Mesir, Mauritania, Yaman, Somalia dan Tanzania.
Sayangnya, seperti berita yang dikutip dari Arabian Business, Kamis, 4 Desember 2014, negara-negara tersebut belum menyetujui rencana pengiriman tenaga PRT ke Arab Saudi.
Kebijakan pemerintah Arab tersebut memberikan tekanan kepada negara-negara yang sudah menjadi penyumbang tenaga PRT seperti Filipina, India, Sri Lanka, Indonesia, dan Maroko untuk menerima kesepakatan mengenai aturan pekerja pendatang yang diajukan pemerintah Arab.
Hubungan antara Arab Saudi dengan negara-negara penyedia PRT ini memang telah merenggang karena adanya ketidaksepakatan antara pemerintah terkait aturan tenaga kerja asing. Bahkan Kenya, baru saja mengeluarkan larangan pekerja perempuan untuk bekerja di Arab Saudi.
Pihak Arab Saudi mengaku telah melakukan perbaikan untuk menjaga HAM para pekerja asing dengan mendirikan sebuah lembaga. Namun, tampaknya lembaga tersebut dinilai belum mampu melindungi HAM para pekerja asing ini.
Anggota Kamar Dagang dan Industri Jeddah bagian Komite Rekrutmen, Ali Al Qurashi menyatakan perbedaan pendapat ini memaksa pemerintah Arab Saudi harus mencari negara lain sebagai sumber tenaga PRT.
" Kementerian sedang mencoba mempekerjakan PRT dari negara baru sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak. Namun, terdapat beberapa poin yang tidak disepakati karena meningkatnya permintaan PRT ini," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya