Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Negara Islam Ini Baru Bentuk Dewan Syariah Pusat

Reporter : Ramdania
Rabu, 3 Desember 2014 20:02
Negara Islam Ini Baru Bentuk Dewan Syariah Pusat
Banyak negara mulai membenahi instrumen dan kebijakan untuk memperkuat industri perbankan syariah yang tengah booming di dunia.

Dream - Bank Sentral Bahrain tengah menyiapkan pembentukan dewan syariah pusat untuk mengawasi produk keuangan Islam dan memperkenalkan aturan baru untuk memperkuat tata kelola di sektor ini.

Hal ini disampaikan Gubernur Bank Sentral Bahrain Rasheed Al Maraj seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 4 Desember 2014.

Perbankan syariah di negara ini berjalan secara tradisional dengan mempraktikkan self regulation. Namun, saat ini model terpusat menjadi idola dalam industri perbankan syariah ini secara global.

Dewan syariah merupakan kelompok ulama yang memutuskan apakah suatu instrumen keuangan mengikuti prinsip-prinsip agama, seperti larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter.

Bank sentral akan memperkenalkan aturan tata kelola syariah baru untuk memperluas industri syariah dan sebagai pengawas fungsi internal, ditambah dengan aturan adanya audit eksternal syariah dari lembaga independen.

" Tata kelola yang baik merupakan hal yang terpenting saat ini, tetapi untuk perbankan syariah belum bisa ditekankan," ujar Maraj.

Bank sentral Bahrain telah memiliki dewan syariah tetapi cakupannya masih terbatas pada produk sendiri. Namun, dengan adanya dewan syariah pusat maka akan membantu perbedaan produk, mempercepat desain produk baru, dan meningkatkan kepercayaan investor.

" Sebuah dewan syariah pusat untuk membantu industri mencapai konsistensi dan mampu menciptakan inovasi produk," tambah Maraj.

Beberapa negara telah melakukan rencana untuk meningkatkan industri perbankan syariah. Bulan lalu, regulator pasar modal Indonesia menandatangani kesepakatan dengan dewan syariah nasional untuk memperkuat pengawasan industri keuangan Islam.

Pada bulan Oktober, Bank Sental Oman juga mendirikan dewan pengawas syariah untuk mengawasi industri perbankan syariah. Sementara, Uni Emirat Arab juga telah menyatakan rencananya untuk melakukan pendekatan terpusat.

Beri Komentar