Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Sentral Bahrain tengah menyiapkan pembentukan dewan syariah pusat untuk mengawasi produk keuangan Islam dan memperkenalkan aturan baru untuk memperkuat tata kelola di sektor ini.
Hal ini disampaikan Gubernur Bank Sentral Bahrain Rasheed Al Maraj seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 4 Desember 2014.
Perbankan syariah di negara ini berjalan secara tradisional dengan mempraktikkan self regulation. Namun, saat ini model terpusat menjadi idola dalam industri perbankan syariah ini secara global.
Dewan syariah merupakan kelompok ulama yang memutuskan apakah suatu instrumen keuangan mengikuti prinsip-prinsip agama, seperti larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter.
Bank sentral akan memperkenalkan aturan tata kelola syariah baru untuk memperluas industri syariah dan sebagai pengawas fungsi internal, ditambah dengan aturan adanya audit eksternal syariah dari lembaga independen.
" Tata kelola yang baik merupakan hal yang terpenting saat ini, tetapi untuk perbankan syariah belum bisa ditekankan," ujar Maraj.
Bank sentral Bahrain telah memiliki dewan syariah tetapi cakupannya masih terbatas pada produk sendiri. Namun, dengan adanya dewan syariah pusat maka akan membantu perbedaan produk, mempercepat desain produk baru, dan meningkatkan kepercayaan investor.
" Sebuah dewan syariah pusat untuk membantu industri mencapai konsistensi dan mampu menciptakan inovasi produk," tambah Maraj.
Beberapa negara telah melakukan rencana untuk meningkatkan industri perbankan syariah. Bulan lalu, regulator pasar modal Indonesia menandatangani kesepakatan dengan dewan syariah nasional untuk memperkuat pengawasan industri keuangan Islam.
Pada bulan Oktober, Bank Sental Oman juga mendirikan dewan pengawas syariah untuk mengawasi industri perbankan syariah. Sementara, Uni Emirat Arab juga telah menyatakan rencananya untuk melakukan pendekatan terpusat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya