Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bank syariah tumbuh lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional. Sayangnya, peran perbankan dengan prinsip Islami di pasar utama dunia masih sedikit dan berisiko kehilangan kesempatan untuk membangun jejak global,
Konsultan Ernst & Young (EY) dalam laporannya mengungkapkan, aser bank-bank syariah di enam pasar inti yakni Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki menguasai US$ 625 miliar pada akhir tahun 2013. Jumlah itu setara 80 persen dari pasar keuangan Islam global.
Angka itu naik menjadi 95 persen jika memasukan bank syariah yang beroperasi di Bahrain, Pakistan dan Kuwait. Perhitungan juga mengecualikan Iran yang memiliki model berbeda dalam menjalankan keuangan Islam.
Laporan EY memperkirakan, aset perbankan syariah gabungan di enam pasar utama akan mencapai US$ 1,8 triliun pada 2019. Didukung oleh pertumbuhan 1,9 kali lebih cepat dibandingkan dengan bank konvensional selama periode 2009-2013.
" Enam pasar inti sekarang menguasai 82 persen industri global dan ini bisa naik lebih jauh," kata Ashar Nazim, dari Global Islamic Banking Center EY seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 3 Desember 2014.
EY memperkirakan, jika Turki dan Malaysia memperoleh momentum dan bank-bank Saudi terus bertransformasi menjadi bank syariah, pangsa pasar syariah kemungkinan akan berada di antara 80 sampai 90 persen dari pasar global.
Selain enam pasar inti itu, industri keuangan Islam juga mulai mendapat tempat di beberapa negara seperti Mesir, Pakistan dan negara-negara Afrika, khususnya Tunisia, Aljazair dan Maroko.
" Namun, dengan tidak adanya reformasi peraturan dan dukungan pemerintah yang kuat, laju pertumbuhan cenderung moderat."
Pendapatan bank Islam juga di bawah target untuk sektor jasa perdagangan dan pinjaman untuk usaha menengah, yang menjadi dua bidang utama di pasar negara berkembang yang tumbuh cepat. Menurut EY, 10 dari 25 pasar negara berkembang adalah pasar keuangan Islam inti.
" Ini adalah kesempatan sekali dalam 15 untuk menangkap pangsa pasar yang berkembang bagi perdagangan bank syariah yang usianya lebih muda," kata Nazim.
Masuk ke pasar tersebut akan memungkinkan bank syariah untuk membangun skala yang sangat dibutuhkan. Tetapi risiko dan kurangnya keahlian pada gilirannya akan mempengaruhi profitabilitas. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya