Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank Syariah Meroket di 6 Negara, Loyo di Pasar Dunia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 3 Desember 2014 17:27
Bank Syariah Meroket di 6 Negara, Loyo di Pasar Dunia
Bank Syariah boleh saja berbangga bisa mencetak pertumbuhan signifikan. Namun di tingkat global, bank syariah belum bisa meninggalkan jejak impresif. Mengapa?

Dream - Bank syariah tumbuh lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional. Sayangnya, peran perbankan dengan prinsip Islami di pasar utama dunia masih sedikit dan berisiko kehilangan kesempatan untuk membangun jejak global,

Konsultan Ernst & Young (EY) dalam laporannya mengungkapkan, aser bank-bank syariah di enam pasar inti yakni Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki menguasai US$ 625 miliar pada akhir tahun 2013. Jumlah itu setara 80 persen dari pasar keuangan Islam global.

Angka itu naik menjadi 95 persen jika memasukan bank syariah yang beroperasi di Bahrain, Pakistan dan Kuwait. Perhitungan juga mengecualikan Iran yang memiliki model berbeda dalam menjalankan keuangan Islam.

Laporan EY memperkirakan, aset perbankan syariah gabungan di enam pasar utama akan mencapai US$ 1,8 triliun pada 2019. Didukung oleh pertumbuhan 1,9 kali lebih cepat dibandingkan dengan bank konvensional selama periode 2009-2013.

" Enam pasar inti sekarang menguasai 82 persen industri global dan ini bisa naik lebih jauh," kata Ashar Nazim, dari Global Islamic Banking Center EY seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 3 Desember 2014.

EY memperkirakan, jika Turki dan Malaysia memperoleh momentum dan bank-bank Saudi terus bertransformasi menjadi bank syariah, pangsa pasar syariah kemungkinan akan berada di antara 80 sampai 90 persen dari pasar global.

Selain enam pasar inti itu, industri keuangan Islam juga mulai mendapat tempat di beberapa negara seperti Mesir, Pakistan dan negara-negara Afrika, khususnya Tunisia, Aljazair dan Maroko.

" Namun, dengan tidak adanya reformasi peraturan dan dukungan pemerintah yang kuat, laju pertumbuhan cenderung moderat."

Pendapatan bank Islam juga di bawah target untuk sektor jasa perdagangan dan pinjaman untuk usaha menengah, yang menjadi dua bidang utama di pasar negara berkembang yang tumbuh cepat. Menurut EY, 10 dari 25 pasar negara berkembang adalah pasar keuangan Islam inti.

" Ini adalah kesempatan sekali dalam 15 untuk menangkap pangsa pasar yang berkembang bagi perdagangan bank syariah yang usianya lebih muda," kata Nazim.

Masuk ke pasar tersebut akan memungkinkan bank syariah untuk membangun skala yang sangat dibutuhkan. Tetapi risiko dan kurangnya keahlian pada gilirannya akan mempengaruhi profitabilitas. (Ism)

Beri Komentar