Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pelaku pasar modal Indonesia akhirnya tak sanggup menahan hembusan sentimen negatif yang menerpa lantai bursa. Pembukaan positif di awal perdagangan harus diakui dengan penutupan di zona merah.
Sinyal tak jelas dari bursa regional ditambak aksi jual pemodal asing akhirnya melongsorkan sejumlah indeks saham acuan ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 9,74 poin (0,19%) ke level 5.166,04.
IHSG memang mengawali perdagangan dengan kurang meyakinkan usai naik tipis 4,46 poin (0,09%) ke level 5.180,26. IHSG bahkan sempat menanjak ke level tertingginya di 5.187,35.
Namun munculnya sentimen negatif dari ketidakjelasan arah perdagangan indeks saham regional memaksa pelaku pasar melakukan aksi jual.
Sebanyak 192 emiten terpaksa menutup perdagangan di zona merah. Sementara 134 lainnya mampu beranjak menguat dan 90 lainnya memilih stagnan.
Pelaku pasar memperdagangkan tak kurang dari 63,59 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 5,44 triliun. Investor asing yang melakukan aksi jual sejak awal perdagangan menutup transaksi dengan nett sell Rp 306 miliar.
Emiten-emiten di sektor industri aneka menjadi penghambat IHSG kembali melanjutkan penguatan. Indeks sektor ini turun paling dalam sebesar 1,18 persen, diikui manufaktur 0,52 persen, dan industri dasar 0,44 persen.
Meski diwarnai koreksi, emiten di sektor pertanian dan infrastruktur masih sanggup menguat masing-masin 0,98 persen dan 0,13 persen.
Penutupan di zona merah juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang terkoreksi 0,70 poin (0,42%) ke lebel 166,37.
Dibuka menguat 0,13 persen, ISSI sempat menyentuh level tertinggi di level 167,50. Namun sejak sesi pertama, ISSI menunjukan gelagat melemah dan menyentuh level terendah 166,13.
Pelemahan ISSI kali ini dipicu koreksi harga saham dari 123 emiten. Sementara 77 emiten syariah bergerak menguat dan 49 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan 39,88 juta saham syariah bernilai Rp 3,82 triliun.
Koreksi drastis justru dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang sempat menguat paling besar di awal perdagangan.
Di sesi penutupan, JII justru menutup transaksi perdagangan saham dengan melemah 4,18 poin (0,61%) ke lebel 681,73.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Strait Times yang dibuka melemah justru menutup sesi perdagangan dengan turun 0,95 persen dan 0,57 persen.
Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang dan Shanghai Composite bisa bertahan di zona hijau dengan menguat 0,32 persen dan 0,58 persen.
Kabar kurang menyenangkan justru terjadi di pasar uang. Kurs rupiah yang terus tertekan sempat menyentuh level terendah di 12.378 per dolar AS. Rupiah saat ini terdepresiasi 23 poin (0,19%) menjadi 12.294 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya