Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Mewakili para menteri di negara-negara Arab, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Qatar, Sheikh Ahmed bin Jassim bin Mohamed Al Thani menyerukan pembentukan Pasar Syariah Bersama di antara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Wacana ini digulirkan Sheikh Ahmed di sela-sela pertemuan para menteri di ajang Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organisation of Islamic Cooperation (COMCEC) ke-30 yang digelar di Turki.
" Dengan melihat perkembangan pasar global yang cepat berubah, anggota OKI sudah seharusnya memiliki pijakan dengan menciptakan persekutuan ekonomi yang strategis, yang memerlukan integritas ekonomi di antara para anggotanya," Sheikh Ahmed dalam pidatonya seperti dikutip Dream dari laman Zawya.com, Rabu, 3 Desember 2014.
Sheikh Ahmed berpandangan, upaya menciptakan persekutuan ekonomi di antara negara Muslim bukan hanya sebagai pilihan. Hal ini sudah menjadi kebutuhan di saat dunia telah terbagi ke dalam blok-blok ekonomi seperti saat ini.
" Jika kita ingin melindungi kepentingan kita saat ini dan di masa datang, sudah selayaknya untuk membuat langkah nyata membangun Pasar Syariah Bersama," katanya.
Ditambahkan Sheikh Ahmed, sistem tersebut bisa dicapai dengan pertama membuat perjanjian perdagangan bebas di antara antara OKI, selain menghapus semua hambatan berupa tarif dan non-tarif secara bertahap.
Menurut Sheikh Ahmed, penghapusan tarif di antara anggota OKI menjadi salah satu tema utama pertemuan COMCEC.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Para menteri dan delegasi tingkat tinggi yang berasal dari 57 negara anggota OKI hadir dalam pertemuan 3 hari tersebut yang dimulai pada Jumat, 28 November dan berakhir Senin, 1 Desember 2014.
COMCEC berdiri pada 1981. COMCEC adalah platform kerjasama ekonomi dan komersial multilateral utama dunia Islam. COMCEC berfungsi sebagai forum untuk mengatasi masalah pembangunan umum dan memberikan solusi kepada para anggotanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya