Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Tambahan sentimen positif dari bursa saham regional membawa indeks saham Indonesia bergerak nyaman di zona hijau. Aksi beli jelang penutupan bahkan membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat signifikan.
Lantai bursa juga mulai menangkap sinyal adanya aksi ambil untung pelaku pasar. Emiten yang dua hari terakhir menguat tinggi justru berbalik ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 2 Desember 2014, IHSG menanjak 11,50 poin (0,22%) ke level 5.175,79.
Laju IHSG sepanjang hari in cukup mantap di zona hijau dan hampir kembali menyentuh level 5.200. IHSG mencetak posisi tertinggi di level 5.194,04 dan terendah di 5.166,62.
Pelaku pasar aktif mentransaksikan 69,11 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 5,86 triliun. Pemodal asing mencatat nett buy sebesar Rp 198,15 miliar.
Aksi jual beli ini menyebabkan 166 emiten bergerak menguat sementara 126 lainnya tertekan aksi jual.
Meski ditutup menguat signifikan, indeks sektor saham industri aneka jusru tertekan 1,53 persen. Koreksi juga melanda saham-saham di sektor pertanian 0,7 persen, manufaktur 0,11 persen, dan industri dasar 0,11 persen.
Emiten properti kali ini memimpin penguatan indeks saham sektoral usai naik 1,1 persen, Diikuti keuangan 0,53 persen, dan pertambangan 0,49 persen.
Berbeda dengan IHSG yang mantap di zona hijau, dua indeks saham syariah di BEI justru sempet terperosok masuk zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,26 poin (0,16%) ke lebel 167,07. ISSI sempat terpeleset ke zona merah di level 166,62.
Papan perdagangan emiten syariah kali ini didominasi penguatan harga saham dari 101 emiten. Namun 80 emiten lain masih bergerak melemah sedangkan 62 emiten memilih stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 45,57 juta saham dengan nilai Rp 3,98 triliun.
Gerak cukup liar dipertontokan oleh indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sempat beberapa kali masuk zona merah, JII akhirnya ditutup menguat tipis 0,52 poin (0,08%) ke level 685,92.
JII sempat mencetak level terendah di 683,59, sementara posisi tertingginya di capai di 689,48.
Dari kawasan regional, indeks saham sejumlah bursa saham utama Asia menutup perdagangan di zona hijau. Nikkei Jepang yang dibuka melemah justru ditutup positif dengan kenaikan 0,42 persen.
Sementara Hang Seng yang sempat tertekan menutup perdagangan di 1,23 persen. Rebound terbesar dialami indeks Shanghai Composite yang ditutup menguat 3,11 persen.
Pasar keuangan yang selama beberapa hari terakhir terus tertekan kini berbalik menguat. Rupiah terapresiasi 10 poin (0,08%) menjadi 12.270 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya