Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kartika, Founder Keke Busana (Dream/Ervina Anggraini)
Dream - Dengan jaringan distribusi dan pemasaran di seluruh Indonesia, 'Keke Busana' yakin jika inovasi dan penciptaan tren yang sesuai pasar merupakan kunci usahanya tetap eksis. Meski begitu, Kartika sebagai pemilik mengaku harus mengetahui selera pasar yang variatif.
" Meski identik dengan warna-warna ceria,tapi tidak semua produk bisa laku karena tiap daerah punya selera yang berbeda dan kita harus jeli dalam membaca selera pasar," kata Kartika, Founder Keke Busana saat ditemui Dream di Depok.
Sejak fokus menggarap bisnis di tahun 2002, Bunda Tika -begitu ia biasa disapa- berupaya menciptakan tren dan intens berkomunikasi dengan tim pemasaran yang secara rutin survei selera pasar. Salah satu ciri khas utama produk besutannya dengan pemakaian warna-warna ceria dengan bahan katun dan kaos.
Perempuan lulusan Fakltas Hukum, Universitas Padjajaran ini menyebut selera satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia berbeda. Sebagai contoh pakaian warna merah yang lebih disukai konsumen di Sumatera, tetapi tidak menyukai warna ungu.
" Dengan mengetahui selera, saya dan tim jadi bisa memahami karakter dan segmen pasar. Hal tersebut disebutnya bisa mengakomodir keinginan pembeli yang jadi inspirasi tersendiri dalam membuat desain-desain baru," ucap perempuan keturunan Sunda ini.
Meski tergolong konvensional, namun ia optimis karyanya selalu mendapat apresiasi di hati pecinta busana muslim tanah air. Hal tersebut terbukti dari omset pemasaran per bulan yang hingga kini bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya