Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Data Ekonomi Positif, Indeks Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Syahid Latif
Senin, 1 Desember 2014 16:25
Data Ekonomi Positif, Indeks Syariah Berbalik Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14,4 poin (0,28%) ke level 5.164,28.

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil mempertahankan laju positifnya dikala kondisi regional dipenuhi pelemahan. Terjaganya inflasi pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat pemodal kembali masuk lantai bursa.

Penutupan di zona positif juga mematahkan koreksi dalam yang dialami sejumlah emiten komoditas.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14,4 poin (0,28%) ke level 5.164,28.

Kenaikan kali ini ditopang menguatnya harga saham dari 143 emiten. Koreksi saham yang dialami 172 emiten BEI tak cukup kuat menggusur IHSG dari zona hijau.

Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 61,04 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 5,55 triliun.

Emiten industri dasar dan properti kali ini menjadi buruan pelaku pasar dengan mencetak kenaikan 1,82 persen dan 1,4 persen.

Sebaliknya, emiten perkebunan justru dilanda aksi jual dengan melemah 1,92 persen. Sementara emiten pertambangan yang tertekan pelemahan harga minyak dunia mengalami koreksi hingga 2 persen.

Laju IHSG sebetulnya tak sepenuhnya berjalan di zona hijau. IHSG sempat tertekan aksi jual dan menyentuh level terendah di zona merah 5.134,75. Namun pengumuman inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) membuat pemodal kembali masuk pasar.

Adanya sentimen positif dari pengumuman BPS juga membawa dua indeks saham syariah menembus zona hijau. Padahal di awal pembukaan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terpuruk di zona merah.

ISSI sore ini ditutup menguat 0,70 poin (0,42%) ke level 166,80. Naiknya harga saham dari 84 emiten sudah cukup membawa ISSI menembus zona hijau.

Padahal jika melihat volumenya, indeks ISSI justru dipenuhi oleh emiten yang bergerak melemah. Tercatat 110 emiten syariah bergerak turun sementara 51 lainnya stagnan.

Pelaku pasar memperdagangkan tak kurang dari 41,11 juta saham dengan dana bergulir hingga Rp 3,81 triliun.

Sebelum ditutup menguat, ISSI sempat menyentuh level terendah di 165,60. Di sesi pembukaan, ISSI dibuka melemah di level 166,01.

Kembalinya pelaku pasar melakukan aksi beli juga mendorong indeks saham bluechips syariah (JII) ditutup menguat. JII naik 2,38 poin (0,35%) ke level 685,39.

Meski hanya didukung 13 emiten, sisanya 14 emiten bergerak melemah, indeks JII sudah bisa menembus zona hijau jelang penutupan perdagangan. Tercatat 3 emiten lainnya bergerak stagnan.

Dari kawasan regional, sebagian besar indeks saham utama Asia justru ditutup melemah di awal Desember ini. Indeks Nikkei Jepang menemani IHSG di zona hijau dengan menguat 0,28 persen.

Sementara Shanghai Composite yang dibuka menguat di sesi pembukaan, justru ditutup melemah 0,1 persen. Sedangkan Hang Seng turun lebih dalam hingga 2,58 persen.

Pergerakan rupiah masih belum menunjukan adanya penguatan signifikan. Rupiah sore ini melemah 84 poin (0,69%) menjadi 12.289 per dolar AS.

Emiten bluechips syariah pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) di awal Desember ini dihuni oleh:

1. INTP, menguat Rp 750 (3,04%) menjadi Rp 25.425
2. SMGR, menguat Rp 675 (4,22%) menjadi Rp 16.675
3. PTPP, menguat Rp 175 (5,72%) menjadi Rp 3.235
4. ICBP, menguat Rp 150 (1,33%) menjadi Rp 11.400
5. WIKA, menguat Rp 115 (3,83%) menjadi Rp 3,120

Beri Komentar