Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

BBM dan Cabai Merah Kerek Inflasi Bulan Ini

Reporter : Ramdania
Senin, 1 Desember 2014 15:01
BBM dan Cabai Merah Kerek Inflasi Bulan Ini
Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi memengaruhi harga barang-barang kebutuhan hidup masyarakat, seperti bahan makanan dan tarif angkutan umum. Hal ini sebabkan inflasi bulan November 2014 ini.

Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 1,5% pada bulan November 2014. Dari 82 kota, tercatat seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang 3,44% dengan dan terendah terjadi di Manokwari 0,07%.

Inflasi bulan ini diakibatkan adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Tidak hanya pengeluaran masyarakat yang meningkat untuk membeli BBM tersebut, tetapi masyarakat juga dibebankan kenaikan tarif angkutan umum dan bahan makanan.

Selain itu, kurangnya stok cabe merah pada bulan ini membuat harga komoditas pangan ini mengalami kenaikan harga hingga tembus Rp 100 ribu per kilogram. Apalagi komoditas ini tidak memiliki barang substitusinya bagi masyarakat Indonesia.

BPS menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan ini antara lain, bensin, cabe merah, tarif angkutan dalam kota, cabe rawit, beras, tarif listrik, tarif angkutan antar kota, biaya administrasi transfer uang, biaya administrasi kartu ATM, bahan bakar rumah tangga, solar, bahan makanan lain, rokok, semen, dan mobil.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,15 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,49 persen; kelompok kesehatan 0,43 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,08 persen; serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 4,29 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks 0,08 persen.

Beri Komentar