Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ragam sentimen yang melanda pasar modal Indonesia membuat laju indeks saham bergerak fluktuatif. Variatifnya bursa saham regional ikut membawa pelaku pasar mengambil sikap hati-hati.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan bergerak flat dengan kenaikan tipis 0,49 poin (0,01%) ke level 5.150,38.
Belum kuatnya pijakan kenaikan di awal perdagangan membuat IHSG justru dibuka melemah di sesi pembukaan. IHSG langsung bergerak turun 1,74 poin (0,03%) ke level 5.148,14
Di awal perdagangam, tercatat 10 emiten bergerak menguat namun 16 lainnya melemah. Sisanya sebanyak19 emiten bergerak stagnan dan 637 emiten tak ditransaksikan sama sekali pelaku pasar.
Pelaku pasar tercatat sudah memperdagangkan 103.096 lembar saham dengan dana mengucur hingga Rp 33,73 miliar.
Pemodal asing masih mempertahankan aksi belanjanya dengan nett buy kecil Rp 5,58 miliar.
Emiten komoditas yang tertekan pelemahan harga minyak mentah dunia kembali merosot ke zona merah. Indeks saham komoditas memimpin pelemahan dengan saham pertambangan turun 0,76 persen sementara perkebunan 0,40 persen.
Sementara emiten industri dasar, konsumer, keuangan mencoba menahan laju pelemahan indeks dengan bergerak menguat.
Menguatnya IHSG di sesi pra pembukaannya, tak diikuti dua indeks saham syariah yang justru melaju kurang bertenaga.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru dibuka melemah 0,08 poin (0,05%) ke level 166,01. ISSI bahkan kembali turun 0,14 poin (0,08%) ke level 165,96 di sesi pembukaan.
Sebanyak 88.002 lembar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar. Aksi jual beli ini membuat lantai bursa diguyur dana segar hingga Rp 21,30 miliar
Sebanyak 11 emiten syariah bergerak melemah sedangkan hanya 4 penghuni ISSI yang sanggup menguat.
Pelemahan juga melanda indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,64 poin (0,09%) ke level 682,37 di sesi pra pembukaan.
JII juga kembali melemah 0,87 poin (0,13%) ke level 682,13 di sesi pembukaan.
Sebagai informasi, bursa saham regional bergerak variatif di awal Desember ini. Indeks Hang Seng yang dibuka melemah kini masih turun 1,45 persen.
Pelemahan juga dialami indeks saham Kospi Korea yang turun 0,79 persen dan Strait Times 0,12 persen.
Sebaliknya, bursa saham Jepang masih bisa melaju positif dan kini menguat 0,87 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya