Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Palestina
Dream - Palestina kembali dibangun. Usai bombardir artileri dan peluru kendali Israel, Palestina kini akan memulai pembangunan industri unggulannya. Tawaran kawasan industri yang diasuransikan Bank Dunia pun jadi pemanis bagi investor luar negeri
Rencana pembangunan kawasan industri ini tertuang dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Turki, Fikri Isik dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Nasional Palestina, Mohammed Mostafa.
" Kawasan itu tidak hanya akan menjadi zona industri, tetapi sekaligus zona bebas yang menawarkan keuntungan besar bagi semua investor. Termasuk investor dari Turki, Palestina atau lainnya," Ahmet Sekeroglu, Dewan Ketua Tobb-BIS Inc, mengatakan kepada Anadolu Agency seperti dikutip Dream dari laman islamicbankingmagazine.com, Minggu, 30 November 2014.
Zona ini akan dibangun oleh Tobb-BIS Inc, sebuah afiliasi dari Gabungan Kamar Dagang dan Bursa Komoditi Turki, yang lebih dikenal sebagai TOBB. Nantinya, para investor tidak akan dikenai pajak jika mengoperasikan bisnisnya di kawasan khusus ini.
Selain itu, para investor akan mendapatkan dukungan yang signifikan dari Turki, Jerman dan Amerika Serikat," kata Sekeroglu.
Untuk pemasaran, Sekeroglu memastikan barang-barang yang diproduksi di zona tersebut dapat diekspor ke pasar internasional termasuk Jerman, Perancis, Arab Saudi dan Amerika Serikat tanpa syarat atau kuota tertentu.
" Perusahaan yang didirikan di zona tersebut juga akan diasuransikan oleh Bank Dunia," tambahnya.
Menteri Perindustrian Turki Isik mengatakan bahwa proyek TOBB akan menjadi landasan kerja sama antara Turki dan Palestina dalam pembangunan dan pengoperasian zona industri lainnya di Palestina,
Turki berhara bisa membawa perusahaan di Palestina untuk mendapat status hukum dan kapasitas berstandar internasional.
Menteri Ekonomi Palestina Mostafa mengakui negaranya memang sedang membutuhkan ekonomi yang kuat untuk menjadi benar-benar independen.
" Palestina harus direstrukturisasi dan warga Palestina harus mendapat kesempatan kerja yang memadai," katanya. " Itu sebabnya kami menghargai dukungan TOBB.”
Zona industri di Jenin akan dibangun di atas lahan seluas 920.000 meter persegi dan terletak hanya 30 kilometer dari Pelabuhan Haifa di Israel dan perbatasan Yordania-Palestina.
Proyek yang diharapkan dapat memberikan lapangan kerja bagi 6.000 warga Palestina ini juga didukung oleh pemerintah Jerman. Jika terwujud zona ini akan menjadi zona industri Turki yang ke-281. Zona industri ini dijadwalkan selesai pada 2015.
Turki merupakan pendukung vokal warga Palestina dan Ankara baru-baru ini mengirimkan bantuan senilai US$2,5 juta ke Gaza. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya