Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Tinggalkan Indeks Syariah di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 28 November 2014 16:23
IHSG Tinggalkan Indeks Syariah di Zona Merah
IHSG berhasil berbalik menguat dengan menutup transaksi di level 5.149,88 atau naik tipis 4,57 poin (0,09%)

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya tak sanggup keluar dari zona merah. Koreksi saham emiten pertambangan dan berkurangnya aksi beli asing menyulut pelemahan akhir November ini.

Pelaku pasar seolah mulai berhati-hati menimbang dampak dari penurunan harga minyak mentah dunia. Terbukti emitan tambang kali ini mencetak pelemahan terdalam.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 28 November 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,02 poin (0,01%) ke level 166,10.

Penguatan harga saham dari 103 emiten jelang penutupan perdagangan saham tak cukup kuat mengantar ISSI ke zona merah. Sebaliknya, ISSI justru mengikut arah pelemahan dari 89 emiten dan 49 emiten yang bergerak stagnan.

Transaksi perdagangan melibatkan 54,73 juta saham syariah dengan perputaran dana mencapai Rp 3,71 triliun.

ISSI sama sekali tak mampu beranjak dari zona merah. Level terendah ISSI disetak di posisi 165,46 sementara tertingginya di 166,10. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di level 166,12.

Meski melemah, sepanjang pekan terakhir November, ISSI didominasi pergerakan positif. ISSI sempat bertengger di level 166,64 ada awal pekan ini.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) bergerak turun 1,69 poin (0,25%) ke level 683,01.

Sebanyak 16 emiten unggulan syariah bergeser ke zona merah sementara 12 lainnya sanggup menguat bersamaan dengan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada penutupan jelang libur akhir pekan ini, IHSG berhasil berbalik menguat dengan menutup transaksi di level 5.149,88 atau naik tipis 4,57 poin (0,09%).

Penguatan jelang penutupan perdagangan ini terjadi setelah 157 emiten kompak melaju di zona hijau. Namun 146 emiten lainnya masih tertinggal di teritori negatif.

Pasar modal Indonesia akhir pekan ini dijejali oleh 89,73 juta saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Dana yang bergulir di lantai bursa sendiri mencapai Rp 5,35 triliun.

IHSG sebetulnya sempat membuat pelaku pasar khawatir setelah dibuka melemah ke level 5.139,64. IHSG bahkan sempat turun ke level 5.126,98.

Emiten porperti kali ini menikmati aksi beli pemodal dengan mencetak kenaikan 1,50 persen. Diikuti perkebunan 0,31 persen, industri aneka 0,28 persen, dan keuangan 0,24 persen.

Dari kawasan Asia, indeks saham utama bergerak variatif. Indeks Hang Seng sore ini melemah 0,11 persen sementara Nikkei Jepang naik 1,23 persen.

Sementara nilai tukar rupiah mengalami depresiasi dengan melemah 21 poin (0,17%) ke lebel 12.196 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar