Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

2 Kekuatan Bank Syariah yang Ungguli Konvensional

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 28 November 2014 13:01
2 Kekuatan Bank Syariah yang Ungguli Konvensional
Industri keuangan syariah mencatat pertumbuhan 9 kali lipat menjadi US$ 1,8 triliun antara 2003-2013.

Dream - Pertumbuhan 9 kali lipat industri keuangan syariah selama satu dekade terakhir diduga dipicu oleh dua kunci utama. Fleksibilitas dan ketenangan hati dianggap telah memikat banyaknya nasabah baru setiap hari.

" Meski diatur ketat prinsip-prinsip Islami, keuangan Islami tetap memiliki fleksibilitas tinggi dan risiko rendah," kata Ekonom dari Kuwait, Hajjaj Bukhdur seperti dikutip laman onislam.net, Jumat, 28 November 2014.

Industri keuangan syariah mencatat pertumbuhan 9 kali lipat menjadi US$ 1,8 triliun antara 2003-2013.

Ukuran bisnis industri yang tengan tumbuh cepat ini juga mencapai dua kali lipat dalam empat tahun terakhir menjadi lebih dari US$ 2 triliun. Bahkan permintaan diperkirakan mencapai level tertinggi.

Sejumlah ahli mengakui pertumbuhan industri perbankan syariah telah meninggalkan pesaingnya di bisnis konvensional selama krisis keuangan global pada 2008.

" Bank Syariah pada umumnya berhasil lolos dari efek mengerikan akibat krisis keuangan 2008 karena mereka tak terpapar efek dari kredit dan aset beracun," kata Managing Director Bank Dunia, Mahmoud Mofieldin dalam laporan terakhirnya.

Sayangnya, industri keuangan syariah memang terhantam cukup berat oleh krisis yang melanda sektor real estate di kawasan Timur Tengah.

" Beberapa perusahaan investasi Islami terpaksa keluar dari pasar," kata Ekonom Saudi, Abdulwahab Abu Dahesh.

Keterkaitan keuangan syariah dengan aset-aset solid merupakan salah satu kekuatan terbesarnya.

" Mereka tidak bersentuhan dengan produk derivatif atau spekulasi," kata Daresh.

Beredar lebih di 70 negara, sekitar 40 juta penduduk dunia beragama Islam dan kini telah menjadi nasabah industri keuangan syariah. Industri baru ini baru mulai populer setelah pertama kali dikenal di awal 1970-an.

Beri Komentar