Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jatuhnya bursa saham regional tak menyurutkan laju Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menutup perdagangan di zona hijau. Aksi beli pemodal mempertahankan penguatan yang tercipta sejak sesi pembukaan.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 27 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuat 12,27 poin (0,24%) ke level 5.145,31.
Lantai bursa saham hari ini dipenuhi dana pemodal hingga Rp 4,52 triliun dari aksi jual beli 64,46 juta saham. Investor asing lagi-lagi melakukan aksi beli usai membuka perdagangan di zona merah.
Sepanjang hari ini, asing mencatat nett buy signifikan hingga lebih dari Rp 550 miliar.
Aksi jual beli ini membuat 169 emiten bertahan di zona hijau sementara 131 lainnya tertinggal di level negatif.
Emiten di sektor pertanian memimpin laju kenaikan indeks sektoral dengan kenaikan 1,27 persen. Emiten-emiten industri aneka, industri dasar, dan pertambangan menguntit dibelakangnya masing-masing naik 0,99 persen, 0,82 persen, dan 0,59 persen.
Sebaliknya, emiten infrastruktur dan keuangan justru bergerak melemah masing-masing 0,26 persen dan 0,07 persen.
Kenaikan signifikan jelang penutupan perdagangan juga melanda dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang malu-malu memulai perdagangan ditutup menguat 0,72 poin (0,44%) ke level 166,12.
Pemodal mentransaksikan 37,12 juta saham dengan dana bergulir hingga Rp 3,16 triliun. Tercatat 102 emiten ISSI melaju di zona hijau sementara 85 lainnya tertekan aksi jual pasar.
ISSI pagi ini memulai sesi pembukaan dengan menguat 0,12 persen. Aksi beli pasar terus membawa ISSI menanjak mantap di zona positif hingga mencaai level tertinggi di 166,16.
Adanya sedikit aksi jual jelang sesi penutupan membuat ISSI sedikit terpeleset dari level tertingginya.
Gerak nyaman di zona hijau juga melanda saham-saham bluechip syariah. Meski masih meninggalkan 10 emiten di zona merah, Jakarta Islamic Index (JII) masih bisa menguat 3,10 poin (0,46%) ke level 684,70.
Emiten-emiten sektor komoditas kini mendominasi daftar pencetak untung tertinggi (top gainer) JII. Dipimpin UNVR yang menguat Rp 400 (1,27%), diikuti ITMG Rp 300, AALI Rp 275, UNTR Rp 275, dan PTBA Rp 175 per saham.
Menghijaunya sebagian besar indeks saham acuan di Indonesia ini berbanding terbalik dengan bursa saham acuan pelaku pasar. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng justru ditutup melemah 0,73 persen dan 0,45 persen.
Sementara laju rupiah juga masih belum beranjak dari tekanan pasar. Kurs rupiah sore ini bergerak stagnan dengan melemah 2 poin (0,02%) menjadi 12.177 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya