Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di tengah minimnya sentimen pasar, bursa saham Indonesia masih sanggup melanjutkan laju penguatannya. Kenaikan ini terjadi seiring banyaknya bursa saham Asia yang menghijau.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 27 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cuma naik tipis 1,66 poin (0,33%) ke level 5.134,70.
Sokongan 25 emiten yang bergerak menguat mampu mempertahankan IHSG di zona hijau. Namun indeks masih tertekan oleh melemahnya harga saham dari 10 emiten sementara 10 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan di awal sesi ini relatif sepi. Pemodal hanya memperdagangkan 49.986 lembar saham bernilai Rp 17,88 miliar
Sama seperti kemarin, asing masih mengawali perdagangan dengan melakukan aksi jual senilai Rp 748 juta.
Emiten di sektor barang konsumsi masih mengawali perdagangan di zona merah dengan melemah 0,36 persen. Namun memasuki sesi perdagangan, saham sektor consumer mulai menggeliat dan bergerak positif.
Memasuki sesi pembukaan, IHSG masih belum mengendur. Indeks acuan di pasar modal Indonesia ini kembali menguat 4,33 poin (0,08%) ke level 5.137,36.
Positifnya laju IHSG ikut mendorong dua indeks saham syariah bertahan di zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka naik 0,03 poin (0,02%) ke level 165,43 di sesi pra pembukaan.
Tercatat 20 emiten syariah telah bergerak menguat sementara 6 lainnya melemah. Para pemodal telah mentransaksikan tak kurang dari 41.801 lembar saham bernilai Rp 9,24 miliar.
Di sesi pembukaan, ISSI masih terus melaju positif dengan kenaikan 0,2 poin (0,12%) ke level 165,60.
Hal yang sama melanda saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) masih melanjutkan laju positif usai naik 0,96 poin (0,14%) ke level 682,56 di sesi pembukaan.
Selain bursa Jepang, seluruh indeks saham di kawasan regional dibuka menguat. Indeks Nikkei saat ini masih terus melemah hingga 0,48 persen.
Sementara itu, indeks Hang Seng dan Strait Times Singapura yang dibuka menguat kini sudah naik 1,24 persen dan 0,21 persen.
Dari pasar keuangan, tekanan luar negeri masih membuat rupiah belum kunjung bergerak signifikan. Sempat dibuka menguat tipis, rupiah kini terkoreksi 1 poin (0,01%) menjadi 12.164 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya