Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali sesi perdagangan Rabu, 26 September 2014 di zona hijau. Penguatan ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang bergerak mixed.
Pasar modal Indonesia kali ini dipayungi sentimen pemangkasan produk minyak oleh negara anggota OPEC. Sementara dari dalam negeri, pemerintah akan merelokasi anggaran untuk sektor infrastruktur.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak flat dengan kenaikan tipis 6,29 poin (0,12%) ke level 5,125,23.
Penguatan ini didorong kenaikan harga saham dari 17 emiten di tengah melemahnya 14 emiten lainnya.
Transaksi perdagangan jelang sesi pembukaan ini melibatkan 51.810 saham senilai Rp 25,04 miliar. Pemodal asing tampaknya mulai tergiur untuk melepas aset sahamnya ditandai nett sell yang mencapai sekitar Rp 1,53 miliar.
Di sesi pembukaan, IHSG masih terus melanjutkan laju positifnya. IHSG kembali menanjak 7,73 poin (0,15%) ke level 5.126,67
Emiten di sektor perkebunan dan barang konsumsi telrihat masih tertekan dan mencatat pelemahan 0,12 persen dan 0,21 persen. Sebaliknya, emiten keuangan dan perdagangan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,38 persen dan 0,31 persen.
Adanya aksi beli investor lokal juga membawa dua indeks saham syariah kembali ke zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat tipis 0,2 poin (0,12%) ke level 165,33. Kenaikan dibantu oleh menguatnya harga saham dari 13 emiten syariah sementara 12 lainnya masih bergerak lemah
Para pemodal mentransaksikan tak kurang dari 42.914 saham syariah senilai Rp 15,81 miliar.
ISSI terus melanjutkan laju penguatannya di sesi pembukaan dengan mencatat kenaikan 0,23 poin (0,14%) ke lebel 165,37.
Di jajaran saham bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak naik 1,08 poin (0,16%) ke level 681,19 di sesi pra pembukaan.
Sedangkan di awal sesi pembukaan, JII kembali naik 1,27 poin (0,19%) ke level 681,38.
Dari kawasan regional, indeks bursa saham utama Asia bergerak mixed. Nikkei dan Strait Times Singapura dibuka melemah dan saat ini telah terkoreksi 0,23 persen dan 0,34 persen.
Sementara Hang Seng yang dibuka melemah kini sudah mulai beranjak ke zona hijau usai naik 0,12 persen.
Di pasar keuanga, laju rupiah sempat melemah di awal sesi perdagangan. Kini rupiah bergerak flat usai naik 1 poin (0,01%) menjadi Rp 12.145 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya