Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi jual jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menutup indeks saham acuan yang sudah melemah sejak awal perdagangan.
Pemodal yang melakukan aksi ambil untung ikut melemahkan laju bursa saham nasional.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 25 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22,81 poin (0,44%) ke level 5.118,94.
Kenaikan harga saham dari 141 emiten tak cukup mampu menahan koreksi yang dialami 174 emiten. Sedangkan 91 emiten bergerak stagnan dan 275 lainnya sama sekali tak dilirik pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 6,06 triliun dengan efek beralihtangan sebanyak 65,6 juta saham.
Pemodal asing masih terus melakukan aksi beli saham bahkan dengan nilai yang kembali naik. Nett buy asing mencapai Rp 387,9 miliar.
Hampir seluruh indeks sektor saham bergerak di zona merah. Namun emiten barang konsumsi menjadi satu-satunya indeks saham yang melaju di zona positir usai menguat 0,28 persen.
Emiten perdagangan memimpin pelemahan usai turun 0,8 persen dikuti infrastruktur 0,75 persen dan pertambang 0,47 persen.
Pemodal yang melepas aset sahamnya juga membuat laju dua indeks saham syariah melaju turun.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang sempat menghijau harus ditutup melemah 0,96 poin (0,6%) ke leve 165,13. ISSI sempat masuk zona positif dan menyentuh level tertinggi di 166,16.
Sebanyak 43,01 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan dana bergulir hingga Rp 4,38 triliun.
Aksi jual beli pelaku pasar mendorong 86 emiten bergerak menguat sementara 105 lainnya terperosok masuk teritori negatif.
Kondisi lebih buruk dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup melemah 6,38 poin (0,93%) ke level 680,10.
JII hanya mampu menyentuh level tertinggi di zona negatif di level 686,36.
Para penghuni daftar indeks JII menyebar rata di daftar perubahan harga saham. Sebanyak 16 emiten unggulan syariah bergerak melemah sedangkan 13 lainnya masih bisa menanjak ke zona hijau.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia didominasi kenaikan. Hanya indeks Hang Seng yang bergerak ke zona merah usai melemah 0,21%.
Sementara Shanghai justru bergerak naik 1,37 persen begitu pula dengan Nikkei Jepang yang menguat 0,29 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya