Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Penguatan signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin langsung direspon pemodal dengan melakukan aksi ambil untung. Akibatnya, hampir seluruh indeks saham acuan dilanda pelemahan.
Pada perdagangan pra pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 25 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 4,73 poin (0,09%) ke level 5.137,03.
Pelemahan berlanjutan di sesi pembukaan usai IHSG kembali turun 4,68 poin (0,09%) ke lebel 5.137,07.
Hingga 15 menit waktu perdagangan, IHSG masih terus dilanda aksi jual. Teercatat sudah 8,07 juta saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Aksi ini membuat bursa saham Indonesia dipenuhi dana hingga Rp 521 miliar.
Di tengah aksi pemodal lokal yang mencari untung, investor asing justru melakukan belanja saham. Nett buy asing tercatat sudah mencapai Rp 7,73 miliar.
Tiga sektor saham masih bisa melaju positif di tengah aksi ambil untung ini. Ketiganya adalah industri dasar 0,08 persen, barang konsumsi 0,04 persen dan keuangan 0,12 persen.
Aksi ambil untung juga melanda sejumlah saham syariah di BEI. Bahkan sampai saat ini, dua indeks saham syariah masih terpuruk di zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini mengawali perdagangan dengan melemah ke leel 165,75. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di level 166,13.
Tercatat sudah ada 56 emiten yang bergerak menguat. Namun 60 emiten lainnya justru masih tersungkur sehingga menyeret ISSI ke zona merah.
Volume perdagangan saham syariah mencapai 4,92 juta saham dengan transaksi mencapai Rp 389 miliar.
Penghuni indeks saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin dilanda aksi beli, kini justru lemah tak berdaya.
Pelemahan yang melanda 22 emiten JII membuat indeks saham bluechips ini dibuka melemah di level 684,17. Pelemahan terus berlanjut hingga 22 menit perdagangan dengan koreksi mencapai 3,76 poin (0,4%) ke level 683,77.
Dari kawasan Asia, indeks saham utama bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai yang dibuka melemah kini sudah kembali ke zona hijau dengan kenaikan masing-masing 0,06 persen dan 0,35 persen.
Sementara indeks Nikkei sudah mengawali perdagangan di zona hijau dan kini menguat 0,45 persen.
Sedangkan dari pasar keuangan, rupiah cenderung melemah meski saat ini masih bergerak stagnan. Rupiah bertengger di level 12.145 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya