Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sudah mulai berpikir beralih menggunakan BBM non subsidi jenis pertamax? mungkin sekarang adalah waktunya.
Dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium menjadi Rp 8.500 per liter, kini perbedaan harga dengan pertamax menjadi lebih kecil.
Dari pantauan Dream.co.id di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina, harga pertamax saat ini dijual Rp 9.950 per liter. Artinya, perbedaan harga dengan premium hanya 1.450 per liter.
Meski sedikit lebih mahal, namun sejumlah ahli mengklaim pemakaian BBM dengan oktan lebih tinggi bisa membuat kondisi mesin lebih awet.
Pertamina sebelumnya menetapkan harga Pertamax di level 10.200 per liter. Dengan turunnya harga minyak mentah dunia, Pertamax ikut menyesuaikan harga dan dipotong Rp 250 per liter.
Selain Pertamax, pengelolan SPBU asing juga mulai menurukan harga BBM-nya. Harga BBM jenis Super di SPBU Shell dijual Rp 9.450 per liter. Sementara BBM dengan kandungan oktan lebih baik V Power dijual di harga Rp 11.450 per liter.
Sebelumnya, Pertamina melaporkan hasil pantuan penyaluran harian dalam sebulan terakhir menunjukan terjadinya peningkatan konsumsi harian BBM bersubsidi jelang pengumuman kenaikan harga. Konsumsi premium dari semula 81.500 KL per hari naik menjadi sekitar 87.000 KL per hari atau naik sekitar 7 persen.
Sementara konsumsi solar nak dari 44.500 KL per hari menjadi sekitar 47.000 KL per hari atau naik sekitar 6 persen. Tren kenaikan tersebut juga pernah terjadi pada saat menjelang pengumuman kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada tahun 2013. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya