Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia berbalik menguat setelah sejumlah sektor saham yang diprediksi bakal melemah justru menanjak naik. Sentimen penguatan bursa regional memaksa pelaku pasar melakukan aksi beli.
Pelaku pasar juga sedikit terkecoh dengan aksi pemodal asing yang melakukan aksi jual di pembukaan perdagangan. Di sesi penutupan, asing justru melakukan aksi beli dan membukukan nett buy.
Pada sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 26 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14,09 poin (0,28%) ke level 5.133,03.
Penutupan IHSG di atas resisten ini mematahkan kekhawatiran pelemahan lanjutan yang dicetak pada perdagangan kemarin. Apalagi, pelaku pasar memulai perdagangan dengan sentimen negatif dari bursa regional.
Rebound yang dicetak IHSG kali ini dibantu naiknya harga saham dari 154 emiten. Namun penguatan tertahan koreksi harga yang dialami 147 emiten lainnya.
Hingga sesi paska penutupan, aksi jual beli pemodal terhadap 57,17 juta saham membuat lantai bursa dibanjiri aliran dana hingga Rp 4,69 triliun.
Pemodal asing mengambil porsi jual senilai Rp 1,84 triliun dan beli Rp 1,58 triliun. Alhasil, asing kembali mencatat nett buy hingga Rp 260,85 miliar.
Meski berbalik menguat, lantai bursa masih dipenuhi indeks sektor saham yang tertinggal di zona merah. Emiten infrastruktur memimpin pelemahan sebesar 0,19 persen, diikuti barang konsumsi 0,18 persen, dan industri dasar 0,02 persen.
Sebaliknya, emiten di sektor industri aneka justru jadi buruan pelaku pasar dengan mencetak kenaikan 1,59 persen. Diikuti keuangan 0,67 persen, dan properti 0,64 persen.
Aksi rebound mewabah ke sejumlah indeks acuan saham termasuk ISSI dan JII. Pagi tadi, kedua indeks saham syariah ini bergerak ke zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,26 poin (0,16%) ke level 165,40. Meski menguat, koreksi harga saham justru mendominasi daftar ISSI dengan jumlah emiten mencapai 96 saham.
Naiknya harga saham 94 emiten dan 63 lainnya yang bergerak stagnan tampaknya cukup kuat mengangkat ISSI ke zona hijau.
Sepanjang hari ini, ISSI dibuka melemah di zona merah dan sempat menyentuh ke level terendah 164,44. Seiring kembalinya aksi beli pemodal, ISSI akhirnya bisa kembali ke jalur positif dan mencetak level tertinggi 165,57.
Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini mencapai 35,88 juta saham bernilai Rp 3,48 triliun.
Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup menguat 1,50 poin (0,22%) ke level 681,60. Penguatan ditopang naiknya harga saham dari 15 emiten unggulan syariah.
Dari kawasan regional, sejumlah indeks saham yang semula dibuka melemah juga sudah kembali ke zona hijau. Hanya indeks Nikkei yang masih melemah 0,14 persen.
Indeks Hang Seng dan Strait Times sore ini bergerak positif masing-masing 1,12 persen dan 0,14 persen.
Sebaliknya, rupiah yang sempat menguat kini justru dilanda tekanan jual. Rupiah sore ini melemah tipis 1 poin (0,01%) menjadi Rp 12.164 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya