Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi E-commerce
Dream - Sebagai salah satu bisnis yang potensial, kehadiran situs belanja online (e-commerce) kian diminati pengguna internet Indonesia. Tingkat kepercayaan dan loyalitas pun kian terbentuk seiring dengan kualitas layanan yang diberikan oleh perusahaan e-commerce.
Sampai kini, para penikmat belanja online masih menjadikan alat pembayaran sebagai salah satu hal perhatian utama. Para pengguna kini lambat laun mulai meninggalkan sistem pembayaran Bayar di Tempat atau Cash-on-Delivery (COD).
Muhamad Arif, Feature & Marketing Campaign Manager dari situs jual beli Bhinneka mengakui sejumlah pemain bisnis e-commerce kini memilih menggandeng bank untuk meningkatkan pembayaran baik melalui transfer uang tunai maupun kartu kredit.
" Untuk Bhinneka sendiri awal memang ada sistem COD, tapi kondisi sekarang rasanya kurang memungkinkan. Pembeli lebih banyak pakai metode pembayaran transfer dan kartu kredit," kata Muhamad Arif selaku Feature & Marketing Campaign Manager Bhinneka di acara Festival Belanja Online 2014 di Jakarta, Selasa, 25 November 2014.
Untuk di Bhineka sendiri, Arif menyebut penggunaan kartu kredit sebagai metode pembayaran meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan sekitar 60 persen transaksi di Bhinneka.com dilakukan menggunakan kartu kredit.
" Pembayaran melalui kartu kredit sekarang lebih mendominasi, sementara sisanya melalui transfer, e-banking atau sms banking," ungkapnya.
Selain melalui pemasaran online, Bhinneka juga telah memiliki toko fisik guna memudahkan pembeli melakukan transaksi jual beli. Untuk hal ini, Arif menyebut metode pembayaran dan banderol harga berbeda antara toko offline dan online.
" Perbedaan tersebut tak lepas dari pajak dan sewa tempat untuk toko offline, sementara untuk pemasaran online hal tersebut kan tidak ada," ucap Arif lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya