Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Merintis bisnis bukanlah suatu hal mudah, ada banyak hal yang akan dihadapi selain tentunya mendapatkan keuntungan. Besarnya keinginan muslim Indonesia menjalankan ibadah umroh memunculkan banyaknya agen perjalanan ibadah haji dan umroh dalam beberapa tahun terakhir.
Selain keuntungan, sejatinya bisnis wisata rohani merupakan salah satu jalan untuk meraih keberkahan dunia akhirat. Jika Anda termasuk salah seorang yang berniat membuka bisnis agen perjalanan haji dan umroh, apa saja yang sebaiknya dipersiapkan di tahap awal?
Andika Surachman, pendiri jasa perjalanan wisata religi, First Travel kepada Dream mengatakan, persiapan mental dan fisik disamping modal finansial menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan seorang pebisnis pemula. Kesiapan mental dan fisik akan sangat dibutuhkan ketika bisnis yang dirintis harus menghadapi rintangan.
" Sebenarnya dalam membuka bisnis lebih susah merintis dan memberi keyakinan ke orang lain. Terlebih saat ini banyak agen wisata palsu yang hanya mau memeras calon jamaah tanpa ada kejelasan keberangkatan," ucapnya
Berkaca dari pengalamannya sebagai pebisnis muda, Andika mengaku harus menerima banyak cibiran saat memulai bisnis travel di usia 22 tahun. Entah berapa banyak pihak yang meremehkan kemampuannya membawa rombongan yang kala itu masih sebatas wisata domestik.
Namun, ketika kepercayaan tersebut kian tumbuh usaha agen perjalanan haji yang digelutinya sejak tahun 2011 kian mereguk keuntungan. Promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh jamaah disebutnya juga sebagai salah satu kunci kesuksesan bisnis.
" Biasanya kalau jamaah sudah puas mereka tidak segan untuk mempromosikan apa yang mereka dapat ke orang lain. Padahal saat pertama kali kami membawa rombongan jamaah haji dari Bank Indonesia yang berjumlah 90 orang di tahun 2011 niatnya melayani mereka saat keberangkatan dan kepulangan serta memenuhi kebutuhan mereka selama di sana," pungkasnya.
Sejak saat itu, bisnis wisata haji dan umroh yang dimilikinya kian mendapat kepercayaan terutama dari kalangan korporasi. Usaha yang dirintis dengan modal Rp 3 juta tersebut kini telah melayani dan dipercaya bukan hanya oleh kalangan korporasi, tetapi juga jamaah personal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya