Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Unit usaha komersial dari Islamic Development Bank (IDB), The Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) mengaku bakal mencari pendanaan jangka panjang hingga US$ 1,2 miliar setara Rp 14,6 triliun.
Seluruh pendanaan ini diharapkan bisa diperoleh dari pasar keuangan syariah.
Tak hanya lewat pasar modal, ICD juga akan mengeksplorasi peningkatan modal dengan memperluas aktivitas pembangunan ekonomi.
Usulan pendanaan dari anggaran ICD rencananya akan dipublikasikan kepada pemegang saham pada Juni 2015.
Berdiri sejak 1999, ICD telah menerapkan strategi baru untuk membantu memperluas keuangan syariah. Bank syariah, perusahaan pembiayaan syariah, dan asuransi syariah dengan prinsip Islami jadi target utamanya.
Awal pekan lalu, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memberikan peringkat surat utang ICD di level AA. Perusahaan diperkirakan akan semakin tumbuh sering makin besarnya aktivitas pembiayaan.
" Rating ini menunjukan jalan bagi ICD untuk menangkap pasar modal syariah," kata CEO ICD, Khaled Al-Aboodi seperti dikutip Dream dari laman Saudigazette, Kamis, 27 November 2014.
Lewat program pinjaman yang belum lama ini disetujui dewan direksi, ICD mengaku berencana mengalokasikan dana jangka panjang US$ 1,2 miliar.
ICD pertama kali masuk pasar modal syariah pada September. Kala itu, ICD memperoleh surat utang berbasis murabah bertenor 3 tahun yang difasilitasi Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ.
Hingga saat ini, manajemen ICD masih menimbang untuk menggunakan kredit sindikasi syariah atau penerbitan sukuk.
" Sesuai strategi pendanaan kami untuk mendiversifkasi sumber pembiayaan, kami akan mendorong kedua solusi ini. Pertimbangannya adalah efisiensi biaya," kata Khaled.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya