Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) meminta agar pemerintah mempertahankan dan dapat melanjutkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mereka mengharapkan agar KUR diutamakan alokasinya untuk pengusaha pemula dan usaha kreatif .
Hal ini disampaikan Ketua Umum Hipmi Jaya Rama Datau Gobel menanggapi rencana pemerintah mengevaluasi kembali program KUR. Menurutnya, konsep KUR sudah bagus, hanya saja dalam implementasi, bank-bank penyalur KUR belum memberikan kredit tepat sasaran.
“ Misalnya, sejak awal kan KUR ini, ditargetkan untuk pengusaha pemula dan tidak punya collateral loan. Faktanya, di lapangan sebagian besar penerima KUR wajib punya penjaminan. Jadi banyak yang kecewa,” keluh Rama seperti dikutip dari keterangan pers Hipmi Jaya, Sabtu, 29 November 2014.
Rama mengatakan praktik KUR di lapangan tidak jauh berbeda dengan pemberian kredit komersil lainnya. Sebab itu, KUR harus benar-benar direviltalisasi agar sesuai dengan konsep awal sasaran penerima KUR.
Rama menambahkan Hipmi Jaya mengusulkan selain pengusaha pemula, KUR juga disalurkan secara maksimal ke pengusaha yang bergerak di industri kreatif.
“ Nasabah KUR ini sebenarnya sama persis dengan pengusaha kreatif yakni keduanya tidak punya aset fisik untuk dijaminkan, pabriknya industri kreatif itu kan ada di otak pengusahanya. Berkantor juga bisa mobile dan kebanyakan di kafe-kafe. Jadi mereka itu punya proyek yang feasible tapi tidak punya aset untuk dijaminkan,” papar Rama.
Rama menyebutkan hingga Agustus 2014 ini, sebanyak tujuh bank nasional telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 149,36 triliun atau tumbuh 31,75% secara year on year (yoy). Ketujuh bank tersebut yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Nilai KUR tersebut meningkat Rp 113,36 triliun dari periode yang sama tahun 2013.
Indikator keberhasilan KUR, selain pada daya penetrasi penyaluran kredit yang efektif kepada pengusaha pemula dan tidak bankable, juga pada keberhasilan program ini mengantarkan nasabahnya menjadi bankable dan layak memperoleh kredit komersil.
Rama menjelaskan peranan industri kreatif semakin vital dalam perekonomian nasional. Ekonomi kreatif menempati posisi ketujuh dari 10 sektor ekonomi nasional dengan menyumbang PDB sebesar 6,9 % atau senilai Rp 573,89 triliun dari total kontribusi ekonomi nasional.
Tak hanya itu, peranannya dalam penciptaan lapangan kerja juga kian strategis. Ekonomi Kreatif menempati posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja pada tahun 2012.
“ Ekonomi Kreatif menyumbang 11.799.568 Orang atau 10,65% pada total angkatan kerja nasional yang sebesar 110.808.154 orang,” ujar Rama.
Hipmi Jaya mencatat usaha di industri ini terdiri atas sekitar 10% dari total jumlah usaha di Indonesia saat ini. Periode 2010 - 2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6% dari total angkatan kerja nasional. Itu didorong oleh petumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut sebesar 1%.
“ Sehingga jumlah industri kreatif pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 12 juta jiwa serta memberikan kontribusi terhadap devisa negara sebesar Rp19 triliun atau sebesar 5,72% dari total ekspor nasional. Di pertengahan tahun, ekspor karya kreatif Indonesia sudah mencapai Rp 63,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,27% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya