Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak menguat di tengah laju sebagian pasar modal Asia yang mencetak koreksi. Sentimen positif data ekonomi tampaknya mendominasi aksi beli para pemodal.
Sebaliknya, indek bursa saham Asia berguguran setelah Wall Street menghembuskan angin negatif. Kondisi ini diperburuk dengan data ekonomi manufaktur China yang kurang menggembirakan.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 2 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5,32 poin (0,10%) ke level 5.169,61.
Laju IHSG masih terus bergerak naik di sesi pembukaan usai menguat 9,5 poin (0,18%) ke level 5.173,78.
Sebagian besar indeks saham sektoral bergerak di zona hijau termasuk emiten tambang dan pertanian yang kemarin mengalami tekanan hebat.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, sebanyak 9,49 juta telah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini membuat pasar saham Indonesia dibanjiri dana hingga Rp 944,63 juta.
Aksi beli asing di awal perdagangan sempat berubah negatif. Saat ini asing masih melakukan belanja saham dengan nett buy Rp 9,67 miliar.
Menguatnya IHSG akibat sentimen domestik membawa dua indeks saham syariah menembus zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat di level 166,93. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di zona hijau 166,80 setelah sempat tertekan di awal perdagangan.
Usai setengah jam perdagangan, sebanyak 94 emiten telah beranjak ke zona hijau. Sementara 42 lainnya mengalami tekanan jual dari pemodal.
ISSI saat ini masih terus bergerak naik 0,77 (0,47%) ke level 167,58.
Sebanyak 8,1 juta saham syariah telah ditransaksikan pelaku pasar. Pemodal menggelontorkan dana Rp 754 miliar untuk aksi jual beli ini.
Laju positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Berisi 30 emiten unggulan, JII dibuka menguat ke level 686,05 dari sebelumnya penutupan di 685,39.
Penghuni indeks JII kini didominasi penguatan harga saham dari 20 emiten. Sebanyak 4 emiten bergerak melemah dan 6 lainnya stagnan.
Dari kawasan Asia, laju penguatan BEI hanya ditemani oleh Strait Times yang naik 0,92 persen. Semenara Hang Seng yang dibuka menghijau kini telah terkoreksi 0,09 persen.
Indeks Nikkei Jepang masih belum beranjak dari zona merah dan telah tekoreksi 0,02 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya