Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pekerja Wanita Muslim
Dream - Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla tampaknya serius dengan idenya memangkas jam kerja bagi para pekerja wanita.
Keseriusan ini salah satunya terlihat dari pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang mengaku tengah mengkaji pemotongan jam kerja pekerja wanita.
Menurut Hanif, pemotongan jam kerja terutama ditujukan bagi pekerja wanita yang memiliki anak usia sekolah.
" Tujuan utamanya sangat peduli masa depan anak-anak," kata Hanif seperti dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Selasa, 2 Desember 2014.
Hanif menyatakan, dengan jam kerja yang berlaku saat ini, waktu berkumpul ibu bersama anaknya menjadi sangat terbatas.
" Hal ikhwal kasih sayang yang mungkin selama ini diserahkan kepada orang lain," katanya.
Meski mulai mengkaji kebijakan yang diinisiasi Wakil Presiden tersebut, Hanif belum bisa memastikan kapan aturan ini bisa berlaku.
Usul pemotongan jam kerja bagi ibu-ibu yang bekerja pertama kali muncul ketika Jusuf Kalla menerima perwakilan Persatuan Umat Islam (PUI) di kantornya.
Kala itu, Wapres menginginkan agar jam keberangkatan para ibu bekerja diperlambat satu jam sementara jam pulang dipercepat.
" Beliau mencontohkan di beberapa negara maju, dulu di Jepang begitu. Bukan berarti membatasi peran wanita tapi agar lebih banyak memberikan perhatian untuk menyiapkan anak bangsa ke depan," ujar Ketua Umum DPP PUI Nurhasan Saidi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya