Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2014 mencapai 808,8 ribu kunjungan atau naik 12,34 persen. Angka ini naik dibandingkan jumlah kunjungan wisman Oktober 2013, yang sebanyak 719,9 ribu kunjungan. Demikian pula, jika dibandingkan dengan September 2014, jumlah kunjungan wisman Oktober 2014 naik sebesar 2,21 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Selasa, 2 Desember 2014, dari jumlah tersebut, sebanyak 15,3 persen wisman datang dari Singapura, 13,8 persen berasal dari Malaysia, 12,4 persen berasal dari Australia, 11,7 persen dari China, dan 5,5 persen berasal dari Jepang.
Secara kumulatif (Januari–Oktober) 2014, jumlah kunjungan wisman mencapai 7,76 juta kunjungan atau naik 8,71 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 7,13 juta kunjungan.
Pada bulan Oktober lalu, kebanyakan wisman berkunjung ke Bali karena jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Oktober 2014 naik 27,30 persen dibandingkan Oktober 2013, yaitu dari 266,5 ribu kunjungan menjadi 339,2 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding September 2014, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun sebesar 3,64 persen.
Namun, secara kumulatif, wisman paling tertarik berkunjung ke Lombok dengan kenaikan jumlah wisman yang masuk dari Bandara Internasional Lombok sebanyak 118,77 persen dibanding tahun lalu dan Sumatera Barat dengan jumlah wisman yang masuk Bandara Minangkabau naik 19,46% dibanding tahun lalu.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Oktober 2014 mencapai rata-rata 54,29 persen, atau naik 0,20 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2013, yang tercatat sebesar 54,09 persen. Begitu pula, bila dibanding September 2014, TPK hotel berbintang pada Oktober 2014 naik 0,08 poin.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Oktober 2014 tercatat sebesar 1,98 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,07 poin, jika dibandingkan keadaan Oktober 2013. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya