Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah
Dream - Bank-bank syariah di beberapa negara Islam di kawasan Teluk dan Malaysia kini menjadi pemain utama dengan pangsa pasar yang signifikan. Seiring meningkatnya status, keinginan nasabah bank syariah semakin membesar.
Dalam laporan terbarunya, Ernst & Young (EY) mengungkapkan pangsa pasar aset perbankan syariah di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Bahrain kini telah mencapai antara 20 hingga 49 persen.
EY juga menemukan setidaknya ada 21 bank syariah di seluruh dunia yang mengantongi ekuitas lebih dari US$ 1 miliar. Dan setidaknya ada satu bank Islam dengan aset lebih dari US$ 10 miliar.
Menjadi mainstream tentu memunculkan konsekuensi bagi para pelaku industri keuangan syariah. Dari penelusuran EY terhadap 2,2 juta komentar di media sosial, nasabah menginginkan peningkatan layanan dan produk yang lebih baik.
Nasabah bahkan berani pindah ke bank syariah lain jika tidak mendapat pelayanan yang memuaskan dari bank mereka saat ini.
" Untuk itulah bank-bank syariah harus mendengarkan, menanggapi dan mengadopsi keinginan nasabah," kata Global Islamic Finance Leader EY, Ashar Nazim seperti dikutip laman Zawya, Rabu, 3 Desember 2014..
Bank syariah diharapkan dapat memperoleh hasil dari peluang yang sangat besar tersebut sebagai penyeimbang arus perdagangan global untuk mendukung pasar yang berkembang pesat.
Namun arus perdagangan terkonsentrasi di 'koridor' tertentu. Selain itu, jasa perdagangan terlalu kompleks dan mahal karena sebagian dipicu oleh Basel III dan aturan know your customer (KYC).
" Melalui diskusi kami dengan para eksekutif industri, kami menemukan bahwa bisnis pembayaran lintas batas dan layanan jasa perdagangan masih menjadi bagian kecil dari model pendapatan mereka," kata Abdul Aziz Al Sowailim, Chairman and CEO EY untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Di masa depan, pertumbuhan sangat signifikan hanya akan dicapai bank-bank yang mampu memperkuat pengalaman nasabah melalui penggunaan teknologi digital. Bank yang tidak mengikuti kemajuan teknologi akan menghadapi penolakan serius dari nasabah.
EY diketahui telah menganalisis sentimen lebih dari 2,2 juta komentar nasabah di media sosial mengenai pengalaman perbankan mereka dengan bank-bank syariah di Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, UEA, Malaysia, Indonesia, Turki, Qatar dan Oman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan ternyata biasa-biasa saja.
" Pelanggan semakin aktif secara online dan vokal tentang pengalaman mereka. Menjadi mainstream dan membangun basis pelanggan yang didasarkan pada nilai tambah kepada pelanggan tidak mudah bagi bank syariah. Menjembatani kesenjangan kinerja tersebut bank-bank syariah harus mendengarkan pelanggan," kata Nazim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya