Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Studi: Bank Syariah di Pasar Utama Makin Populer

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 3 Desember 2014 15:32
Studi: Bank Syariah di Pasar Utama Makin Populer
2,2 juta komentar di media sosial menunjukan nasabah bank syariah menginginkan peningkatan layanan dan produk yang lebih baik.

Dream - Bank-bank syariah di beberapa negara Islam di kawasan Teluk dan Malaysia kini menjadi pemain utama dengan pangsa pasar yang signifikan. Seiring meningkatnya status, keinginan nasabah bank syariah semakin membesar.

Dalam laporan terbarunya, Ernst & Young (EY) mengungkapkan pangsa pasar aset perbankan syariah di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Bahrain kini telah mencapai antara 20 hingga 49 persen.

EY juga menemukan setidaknya ada 21 bank syariah di seluruh dunia yang mengantongi ekuitas lebih dari US$ 1 miliar. Dan setidaknya ada satu bank Islam dengan aset lebih dari US$ 10 miliar.

Menjadi mainstream tentu memunculkan konsekuensi bagi para pelaku industri keuangan syariah. Dari penelusuran EY terhadap 2,2 juta komentar di media sosial, nasabah menginginkan peningkatan layanan dan produk yang lebih baik.

Nasabah bahkan berani pindah ke bank syariah lain jika tidak mendapat pelayanan yang memuaskan dari bank mereka saat ini.

" Untuk itulah bank-bank syariah harus mendengarkan, menanggapi dan mengadopsi keinginan nasabah," kata Global Islamic Finance Leader EY, Ashar Nazim seperti dikutip laman Zawya, Rabu, 3 Desember 2014..

Bank syariah diharapkan dapat memperoleh hasil dari peluang yang sangat besar tersebut sebagai penyeimbang arus perdagangan global untuk mendukung pasar yang berkembang pesat.

Namun arus perdagangan terkonsentrasi di 'koridor' tertentu. Selain itu, jasa perdagangan terlalu kompleks dan mahal karena sebagian dipicu oleh Basel III dan aturan know your customer (KYC).

" Melalui diskusi kami dengan para eksekutif industri, kami menemukan bahwa bisnis pembayaran lintas batas dan layanan jasa perdagangan masih menjadi bagian kecil dari model pendapatan mereka," kata Abdul Aziz Al Sowailim, Chairman and CEO EY untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di masa depan, pertumbuhan sangat signifikan hanya akan dicapai bank-bank yang mampu memperkuat pengalaman nasabah melalui penggunaan teknologi digital. Bank yang tidak mengikuti kemajuan teknologi akan menghadapi penolakan serius dari nasabah.

EY diketahui telah menganalisis sentimen lebih dari 2,2 juta komentar nasabah di media sosial mengenai pengalaman perbankan mereka dengan bank-bank syariah di Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, UEA, Malaysia, Indonesia, Turki, Qatar dan Oman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan ternyata biasa-biasa saja.

" Pelanggan semakin aktif secara online dan vokal tentang pengalaman mereka. Menjadi mainstream dan membangun basis pelanggan yang didasarkan pada nilai tambah kepada pelanggan tidak mudah bagi bank syariah. Menjembatani kesenjangan kinerja tersebut bank-bank syariah harus mendengarkan pelanggan," kata Nazim.

Beri Komentar