Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kembali ke trek positif akibat menguatnya indeks saham acuan di kawasan regional. Kenaikan terjadi di tengah aksi jual asing di sesi awal pembukaan.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 4 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5,99 poin (0,12%) ke level 5.172.
Laju positif IHSG masih berlanjut hingga sesi pembukaan dengan kenaikan 9,34 poin (0,18%) ke level 5.175,55.
Penguatan IHSG ditopang penguatan harga saham dari 97 saham. Sebanyak 40 saham berada di zona merah sementara 71 lainnya stagnan.
Pelaku pasar tercatat telah mentransaksikan 226,23 juta saham dengan nilai transaksi Rp 407,73 miliar. Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual saham dengan pembukaan Rp 66 miliar.
Emiten pertanian tampaknya masih jadi buruan pelaku pasar usai memimpin penguatan 0,83 persen. Diikuti sektor perdagangn 0,39 persen dan aneka industri 0,29 persen.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, laju kenaikan IHSG masih berjalan lambat. IHSG hanya naik 10,02 poin (0,19%) ke level 5.176,06.
Dua indeks saham syariah di BEI tak mau ketinggalan memanfaatkan momentum penguatan bursa Asia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan menguat ke level 166,63. Pada penutupan kemarin, ISSI ditutup melemah ke evel 166,37.
Laju emiten ISSI sampai setengah jam perdagangan saham masih didominasi penguatan harga saham. Sebanyak 79 emiten ISSI telah beranjak ke zona hijau sementara 54 lainnya tertinggal di teritori negatif.
Pelaku pasar saat ini telah memperdagangkan tak kurang dari 9,78 juta saham dengan dana membanjiri lantai bursa hingga Rp 965,30 miliar.
Pembukaan positif juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat ke level 683,11.
Saat ini JII telah menguat 2,27 poin (0,33%) ke level 684,25. Sebanyak 19 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan 4 lainnya melemah.
Indeks bursa saham Asia saat ini juga diwarnai penguatan. Dibuka di zona hijau, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng telah menguat masing-masing 0,73 persen dan 0,75 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah tampaknya masih tertekan jelang penutupan akhir tahun. Rupiah pagi ini tertekan 30 poin (0,24%) menjadi Rp 12.324 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya