Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Manfaatkan Penguatan Bursa Asia

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 Desember 2014 09:46
Indeks Syariah Manfaatkan Penguatan Bursa Asia
Di kala bursa saham mulai bergerak naik, kurs rupiah justru terus tertekan. Kurs rupiah masih diatas 12.300 per dolar AS

Dream - Bursa saham Indonesia kembali ke trek positif akibat menguatnya indeks saham acuan di kawasan regional. Kenaikan terjadi di tengah aksi jual asing di sesi awal pembukaan.

Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 4 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5,99 poin (0,12%) ke level 5.172.

Laju positif IHSG masih berlanjut hingga sesi pembukaan dengan kenaikan 9,34 poin (0,18%) ke level 5.175,55.

Penguatan IHSG ditopang penguatan harga saham dari 97 saham. Sebanyak 40 saham berada di zona merah sementara 71 lainnya stagnan.

Pelaku pasar tercatat telah mentransaksikan 226,23 juta saham dengan nilai transaksi Rp 407,73 miliar. Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual saham dengan pembukaan Rp 66 miliar.

Emiten pertanian tampaknya masih jadi buruan pelaku pasar usai memimpin penguatan 0,83 persen. Diikuti sektor perdagangn 0,39 persen dan aneka industri 0,29 persen.

Hingga 30 menit waktu perdagangan, laju kenaikan IHSG masih berjalan lambat. IHSG hanya naik 10,02 poin (0,19%) ke level 5.176,06.

Dua indeks saham syariah di BEI tak mau ketinggalan memanfaatkan momentum penguatan bursa Asia.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan menguat ke level 166,63. Pada penutupan kemarin, ISSI ditutup melemah ke evel 166,37.

Laju emiten ISSI sampai setengah jam perdagangan saham masih didominasi penguatan harga saham. Sebanyak 79 emiten ISSI telah beranjak ke zona hijau sementara 54 lainnya tertinggal di teritori negatif.

Pelaku pasar saat ini telah memperdagangkan tak kurang dari 9,78 juta saham dengan dana membanjiri lantai bursa hingga Rp 965,30 miliar.

Pembukaan positif juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat ke level 683,11.

Saat ini JII telah menguat 2,27 poin (0,33%) ke level 684,25. Sebanyak 19 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan 4 lainnya melemah.

Indeks bursa saham Asia saat ini juga diwarnai penguatan. Dibuka di zona hijau, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng telah menguat masing-masing 0,73 persen dan 0,75 persen.

Dari pasar keuangan, rupiah tampaknya masih tertekan jelang penutupan akhir tahun. Rupiah pagi ini tertekan 30 poin (0,24%) menjadi Rp 12.324 per dolar AS.

Beri Komentar