Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kamu Suka Belanja Barang-barang Mewah? (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian orang akan langsung mengeluarkan uang dari dompet saat melihat barang bermerek dijual dengan harga murah. Mereka lupa memperhatikan keaslian dari barang yang dijual.
Biasanya ada alasan khusus mengapa barang-barang bermerek itu dijual sangat murah meski sedang tidak ada promosi. Yang paling mungkin terjadi adalah barang tersebut bukan asli alias KW.
Lantas, bagaimana cara menghindari barang bermerek KW alias palsu?
Dikutip dari India Times, Kamis 19 Desember 2019, yang pertama adalah jahitan. Sebuah merek akan membuat produknya sesempurna mungkin. Jahitannya tak hanya rapi, tapi juga serupa dengan produk yang lain.
Produk desainer asli akan memiliki lebih banyak jahitan per dibandingkan dengan yang palsu. Ini menjelaskan mengapa barang-barang mewah harganya lebih mahal, karena mereka menggunakan lebih banyak bahan untuk memproduksi barangnya.
Kedua, logo. Ini adalah bagian paling sulit karena orang sudah sangat pandai menyalin logo. Namun, akan ada sedikit perbedaan karena sebuah merek cenderung memperbarui logo mereka atau mengubahnya menjadi lebih detail.
Sebuah merek akan memiliki logo berbeda yang terbuat dari logam atau kulit pada produk mereka. Di sisi lain, barang palsu akan memiliki logo yang hilang atau palsu.
![]()
Ketiga, bahan. Ingat, ada alasan mengapa barang-barang mewah harganya lebih mahal. Merek yang memakai kulit akan memakai bahan asli dan menggunakan logam berkualitas tinggi untuk kancing dan detail lainnya.
Di sisi lain, produk palsu akan menggunakan kulit imitasi. Selain itu, kulit asli akan memiliki struktur yang sedikit tidak rata dan tidak akan bersinar.
Keempat, tulisan merek. Terkadang, produsen barang imitasi sedikit mengubah logo untuk menghindari masalah hukum. Jadi berhati-hatilah saat memeriksa logo dan tulisan pada label di dalamnya. Jika ada yang mengatakan '100 persen asli', kemungkinan besar itu tidak benar.
Kelima, harga. Ini adalah tanda yang paling umum. Sebagian besar merek mendaftarkan produk mereka beserta harganya secara online. Sudah jelas bahwa label desainer otentik harganya jauh lebih mahal daripada yang palsu.
Jadi, jangan percaya siapa pun yang memberi tahumu bahwa barang tersebut sedang diskon. Merek desainer tidak akan menawarkan diskon 75 persen untuk produk mereka.
Dream - Tren belanja masyarakat jelang Lebaran senantiasa dimanfaatkan para pedagang untuk meraih untung sebesar mungkin. Sayangnya, segelintir pihak memanfaatkan momen ini dengan menjual barang-barang bermerek palsu.
Baru-baru ini, polisi Dubai melaporkan telah menyita barang-barang bermerek palsu senilai US$ 9,26 juta, setara Rp 107,97 miliar, selama dua minggu pertama Ramadan. Situs berita yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Gulf News, melaporkan penyitaan itu terdiri dari tas tangan, sepatu dan jam tangan palsu.
![]()
Upaya penyitaan ini merupakan bagian dari kampanye kepolisian Dubai dalam mengungkap kejahatan pemalsuan. Dalam penggerebakan itu, polisi Dubai bekerja sama dengan Departemen Pembangunan Ekonomi.
Kampanye yang akan berakhir dalam beberapa hari jelang Idul Fitri ini bertujuan melindungi hak kekayaan intelektual dari pemilik merek asli. Demikian dikatakan Mayor Jenderal Khalil Ebrahim al-Mansouri, Asisten Kepala Polisi Dubai Pidana Urusan Investigasi.
Khalil menambangkan, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah penyebaran barang palsu dan efek negatif terhadap perekonomian dan masyarakat.
Letnan Kolonel Rashid Saleh Bin Thaboi, Deputi Direktur Departemen Anti Kejahatan Ekonomi, mengatakan sejak awal kampanye, sekitar lima penyalur barang palsu ditangkap setiap hari.
Tindakan hukum segera diambil terhadap orang yang terlibat dan mereka akan dipindahkan ke bagian penuntutan. Sementara apartemen tempat ditemukannya barang bermerek palsu telah ditutup. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya