Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dream - PT PLN (Persero) membuka kesempatan kerja bagi lulusan SMA/SMK. Proses pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga 23 September 2016.
Proses rekrutmen umum tingkat SMA/SMK tahap II di tahun 2016 ini dilakukan di 26 lokasi yaitu Medan, Padang, Riau, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Kendari, Mamuju, Denpasar, Kupang, Ende, Surabaya, Mataram, Sumbawa, Bima, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Biak dan Timika.
Penempatan rekrutmen SMA/SMK tahap II ini akan ditempatkan di wilayah kerja PLN yang membutuhkan.
Mengutip keterangan tertulis PLN, Selasa, 13 September 2016, rekrutmen dibuka untuk SMA IPA, SMA IPS, SMK jurusan : teknik listrik, elektronika, mesin, teknik bangunan, dan jurusan administrasi perkantoran/sekretaris. Jurusan yang dibuka akan berbeda antar lokasi rekrutmen.
Para pelamar kerja akan melewati serangkaian seleksi mulai dari seleksi Administrasi, tes kebugaran/tes endurance, tes akademik, tes psikologi, tes kesehatan, Wawancara, dan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Prajabatan.
Tahun ini PLN memang berencana merekrut tenaga kerja secara besar-besaran, yakni sekitar 5.558 pegawai baru. Jumlah ini lebih besar dari jumlah rekrutmen pegawai tahun-tahun sebelumnya.
Selama 2016, PLN telah mengangkat 3.639 pegawai baru dari jenjang SMA/SMK hingga S2. Rekrutmen dilakukan secara bertahap dan saat ini sudah mencapai 72 persen dari target tahun ini. Diharapkan rekrutmen pegawai sudah mencapai 101 persen pada Desember 2016.
“ Penyelesaian pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW pada 2019 membutuhkan sumber daya manusia yang banyak dan terampil. Untuk itu, PLN membutuhkan banyak bibit unggul mulai dari lulusan SMA/SMK hingga S2 untuk bersama-sama PLN menerangi nusantara dan membangun Indonesia yang lebih baik. Mengingat banyaknya pembangkit yang akan kami bangun, kami membutuhkan banyak operator/pelaksana dan staf administrasi dari jenjang SMA/SMK yang sudah siap kerja,” ungkap Senior Manager Public Relations PLN Agung Murdifi.
Hingga saat ini, jumlah pelanggan PLN secara nasional mecapai lebih dari 62 juta. Sementara angka rasio elektrifikasi sampai dengan tahun 2015 masih 88,3 persen.
PLN mengimbau para pelamar agar berhati-hati terhadap penipuan informasi rekrutmen. PLN tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN. Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi. Segala informasi rekrutmen PLN dapat dilihat pada situs resmi pln.co.id (www.pln.co.id/blog/category/rekrutmen/).
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa