Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Foto: South China Morning Post
Dream - Berdasarkan data Forbes, Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia. Lebih dari 735 miliarder ada di Negeri Paman Sam, termasuk taipan teknologi Elon Musk dan Jeff Bezos.
Sementara itu di China, terdapat 607 miliarder, salah satunya Jack Ma, pendiri Alibaba Group. Selain itu juga terdapat miliarder termuda di seluruh Asia, yakni Wang Zelong yang baru saja berumur 25 tahun.
Menurut South China Morning Post, Wang Zelong masuk ke dalam daftar miliarder Forbes tahun lalu ketika mengantongi saham senilai lebih dari US$1,3 miliar atau sekitar Rp18 triliun di CNNC Hua Yuan Titanium Dioxide Co, sebuah perusahaan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Shenzhen.
Wang Zelong juga memiliki saham di Lomon Billions Group, perusahaan yang memproduksi titanium dioksida. Setahun kemudian, Wang menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Kekayaan bersih terbaru miliarder itu dilaporkan mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp21 triliun menurut Forbes.
Forbes juga mendaftarkan 12 miliarder termuda di dunia di bawah usia 30 tahun. Daftar ini dipimpin oleh Kevin David Lehmann yang berusia 19 tahun, yang mewarisi 50 persen saham di pembangkit tenaga listrik kimia Jerman, Dm-Drogerie Markt.
Dari daftar 12 Under Age 30, Wang adalah satu-satunya yang berbasis di Asia, sementara dia berada di urutan ke dua termuda setelah Lehmann. Sementara sebagian besar dari miliarder muda yang masuk daftar adalah di bidang teknologi, Wang berada di kelompok industri produksi pigmen.
Menurut Business Leader, perusahaan tersebut memproduksi pigmen titanium dioksida, yaitu pigmen putih yang digunakan dalam pelapis, plastik, dan tinta.
Profil Wang Zelong di Forbes menyebutkan bahwa dia berasal dari kota Jiaozuo di provinsi Henan, China. Sebagai perbandingan, ibu kota China di Beijing 16 kali lebih besar dari Jiaozuo, sementara populasi Shanghai lebih dari 20 kali lebih besar dari kota itu.
Hal ini membuat Wang Zelong semakin disorot karena menjadi miliarder termuda asal China yang berasal dari kota yang relatif kurang dikenal.
Meskipun sudah menjadi miliarder terkaya di Asia, Wang Zelong memiliki kehidupan yang sangat pribadi, seperti beberapa miliarder lainnya. Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang dirinya.
Bahkan dia tidak memiliki akun media sosial resmi atau profil online untuk pekerjaan profesionalnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa