7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Fans Inggris Saat Merayakan Kemenangan Timnas Di Babak Penyisihan Piala Dunia Qatar 2022 (Foto: Instagram/england)
Dream - Ketika sudah menjadi penggemar sejati sepakbola, fans akan melakukan apapun untuk bisa menonton langsung tim kesayangannya berlaga. Bahkan bila perlu penggemar itu akan memilih berhenti dari pekerjaan agar tak kehilangan sedetik pun momen berharga dari pertandingan timnya.
Keputusan drastis itu dibuat seorang fans sepakbola di Inggris yang memilih berhenti kerja demi menyaksikan Piala Dunia Qatar 2022. Fans fanatis yang bernama Casey Bishop mengaku telah berhenti kerja karena tidak ingin melewatkan satu pun pertandingan Inggris ketika berlaga di Piala Dunia.
Melansir laman The Sun, pria berusia 39 tahun itu sebelumnya bekerja di Northumbria University di Newcastle, Inggris. Dia memutuskan resign karena tidak mau ketinggalan menyaksikan satu pertandingan pun.
Ia mengatakan dirinya akan menderita jika dia melewatkan satu menit pun.
" Aku akan sangat menderita di tempat kerja. Aku penggemar berat sepak bola, dan aku tidak bisa membayangkan tidak bisa menonton mereka (timnas Inggris)," ujarnya.
Yang lebih mengejutkan, Casey ternyata tidak menonton langsung timnas Inggris berlaga di Qatar. Dia hanya meluangkan waktunya dengan menonton laga di rumah atau pub.
Bukan karena tidak punya uang, pria itu mengaku tidak mau mendukung negara yang dianggapnya melanggar hak asasi manusia.
" Secara moral aku merasa seperti tidak bisa pergi (ke Qatar). Aku selalu menentangnya ketika aku mendengar soal kekejaman dan catatan pelanggaran hak asasi manusia. Aku tidak bisa memberi uang kepada mereka," ujar Casey.
Selain itu, jika pergi ke Qatar Casey pun tidak bisa minum alkohol dengan bebas.
" Aku juga mendengar dari teman-teman di sana mereka harus membayar £16 (Rp 302 ribuan) untuk satu pint bir jadi aku senang membuat keputusan itu," katanya.
Berhenti bekerja hanya untuk menonton bola yang berlangsung sebulan kedengarannya memang tidak bijaksana. Tapi Casey ternyata melakukan itu bukan tanpa pertimbangan.
Syukurlah Casey sudah memiliki pekerjaan baru untuk tahun baru. Bos lamanya berbaik hati untuk membiarkan Casey berhenti kerja lebih awal dua minggu sehingga tidak melewatkan pertandingan Inggris di Piala Dunia.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?