Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Colin Huang Menggeser Jack Ma Sebagai Orang Terkaya Tiongkok. (Foto: Forbes)
Dream – Pendiri Alibaba, Jack Ma, tak lagi menjadi orang terkaya di Tiongkok. Gelarnya ini direbut oleh seorang miliarder e-commerce Shanghai, Colin Huang.
Dikutip dari Forbes, Selasa 23 Juni 2020, berdasarkan data Forbes Real Time Billionaire Index pada Minggu 21 Juni 2020, saham Pinduoduo menanjak 6 persen menjadi US$87,58 (Rp1,24 juta) di perdagangan Nasdaq pada Jumat 19 Juni 2020.
Kini, kekayaan Huang mencapai US$45,4 miliar (Rp640,82 triliun). Posisinya menggeser Jack Ma dengan kekayaan senilai US$43,9 miliar (Rp619,65 triliun).
Melesatnya harga saham Pinduoduo hingga 300 persen ini semakin mendekatkan Huang dengan kekayaan pendiri Google, Larry Page, dengan US$64,3 miliar (Rp907,59 triliun), dan mantan bos Google, Sergey Brin dengan US$62,6 miliar (Rp883,60 triliun).
Huang mendirikan Pinduoduo pada 2015 dan menjadi bisnis ritel online terbesar di Tiongkok dan mencetak nilai kapitalisasi pasar senilai US$154 miliar (Rp2.173,71 triliun).
Perusahaan ini mendapatkan investasi dari beragam perusahaan, seperti Tencent, Sequoia, dan Gaorang Capital.
Sebelum mendirikan Pinduoduo, Huang mendirikan Studio Xinyoudi untuk mengembangkan dan mengoperasikan game online dan Ouku.com—platform online untuk barang elektronik dan perkakas rumah tangga.
Huang memulai kariernya di Google Pusat Amerika serikat pada 2094 dan kembali ke Tiongkok untuk bekerja dengan Google Tiongkok.
Dia dilatih sebagai data sicientist dan mempresentasikan pekerjaannya di konferensi internasional, seperti ACM SIGMOD Conference dan International Conference Machine Learning.
Pria ini mengantongi sarjana ilmu komputer dari Zhejiang University. Huang juga mendapatkan gelar S-2 ilmu komputer dari University of Wisconsin-Madison.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya