Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menanggapi ramainya tanggapan terkait pernyataannya mengajak untuk benci produk asing. Menurut Jokowi, semua pihak boleh menentukan pilihan terhadap suatu produk.
" Boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing, tidak suka. Masak kita enggak boleh bilang tidak suka, kan boleh saja?" ujar Jokowi dalam sambutannya membuka Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi juga menyinggung riuhnya komentar mengenai pernyataannya. Dia meminta publik tidak terlalu mempersoalkan pernyataannya.
" Saya ngomong benci produk asing gitu saja ramai. Boleh kan kita tidak suka dengan produk asing?" kata dia.
Pernyataan Jokowi disampaikan dengan maksud mengajak semua pihak lebih cinta produksi dalam negeri. Sehingga dapat mengurangi penggunaan produk-produk impor.
" Untuk bangga terhadap produk Indonesia," kata Jokowi.
Jokowi menerangkan untuk menuju loyalitas terhadap produk dalam negeri, terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi. Baik harga maupun kualitas.
" Kalau harganya kompetitif, tentu saja. Kalau kualitasnya baik, tentu saja," kata dia.
Dari sisi produsen, Jokowi mendorong harus terus memperbaiki kualitas. Termasuk pengemasan dan desain produk.
" Kita juga senang, kalau dulu kita banyak impor, misalnya serat rayon, impor bijih plastik, sekarang sudah diproduksi di dalam negeri," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menyatakan selalu memperbesar penggunaan komponen dalam negeri dalam proyek-proyek di lembaga negara maupun BUMN. Dia menegaskan jangan sampai proyek BUMN menggunakan komponen impor.
" Kalau itu bisa dikunci, itu menaikkan permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil, gede banget," ucap Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya