7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock/Odua Images)
Dream - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus melakukan pengembangan UMKM yang ramah lingkungan dalam berbagai programnya yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Riset Kemenkop UKM bersama United Nations Development Programme (UNDP) pada 2021 mendapatkan data bahwa dari 3.000 pelaku UMKM, 95 persen menunjukkan minat terhadap praktik usaha ramah lingkungan.
Usaha yang masuk dalam kategori ramah lingkungan di antaranya meliputi sikap pelaku usaha dalam memakai energi secara efisien, mengurangi sampah dalam produksi, serta menerapkan pentingnya praktik ramah lingkungan dalam menguntungkan usahanya untuk jangka panjang.
Menariknya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebut UMKM yang dikelola perempuan justru lebih mendukung praktik ramah lingkungan daripada yang dikelola laki-laki.
“ Bahkan yang menarik dari hasil tersebut menunjukkan UMKM yang dimiliki perempuan cenderung lebih mendukung praktek ramah lingkungan dan inklusif dibandingkan dengan UMKM yang dimiliki laki-laki,” papar Teten dalam konferensi pers Tokopedia Hijau di Jakarta, Rabu 14 Desember 2022.
Sementara itu, bisnis ramah lingkungan dewasa ini memang sedang digencangkan untuk mengurangi limbah yang dapat berdampak pada kerusakan lingkungan.
Teten menginformasikan, saat ini 70 persen dari program Kemenkop UKM menyasar langsung kepada pelaku UMKM dan koperasi, anak muda, perempuan, serta fokus untuk mendukung pengembangan usaha ramah lingkungan.
“ Belajar dari negara yang dengan pesat bergerak menuju pertumbuhan ekonomi hijau,” ungkapnya.
Ekosistem bisnis berkelanjutan yang minim limbah juga terus digencarkan Tokopedia dengan meluncurkan ‘Tokopedia Hijau’ yang mengajak sebanyak-banyaknya penjual untuk menerapkan bisnis ramah lingkungan demi mewujudkan ‘Misi Nol Sampah GoTo 2030’.
Tokopedia merupakan bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) Tbk yang saat ini memiliki 12 juta penjual di platformnya yang hampir 100 persen adalah UMKM.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?