4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Doa Ibu/ Foto: Shutterstock
Dream - Menghadapi ulah anak-anak memang terkadang memancing emosi. Dalam kondisi kesal dan marah, penting bagi orangtua, terutama ibu untuk mengontrol ucapan. Jangan sampai terlontar ucapan dan sumpah buruk dari mulut.
Dikutip dari BincangSyariah.com, ada ungkapan Arab “ Doa ibu kepada anaknya, bagaikan doa Nabi pada umatnya”. Kemungkinan dikabulkan Alla SWT sangatlah besar. Dalam berdoa, usahakan yang baik-baik saja.
Sebuah riwayat menceritakan nasib Imam Az-zamakhsyari. Dalam kisah di Wafyat Al-a’yan karya Ibnu Khallikan (5/169), disebutkan Imam Az-zamakhsyari mengalami patah kaki.

" Ketika memasuki kota Baghdad dan berkumpul dengan seorang pakar fikih Hanafi di sana, Az-zamakhsyari ditanyai mengenai sebab patahnya kaki beliau. Syahdan, Az-zamakhsyari menjawab “ Akibat sumpah ibuku. Dulu ketika masih kecil, aku bermainan seekor burung dan kakinya ku beri benang. Ternyata ia melarikan diri dariku. Aku menemukannya masuk ke dalam lubang. Lantas aku menariknya, hingga menyebabkan kakinya putus. Ibuku geram dengan hal ini, sampai-sampai beliau berdoa “ Semoga Allah memutus kakimu, sebagaimana perbuatanmu pada burung itu.” Ketika Az-zamakhsyari beranjak dewasa, beliau mengembara ke Bukhara untuk menuntut ilmu. Dalam perjalanan, beliau terjatuh dari tunggangannya, hingga kakinya patah," tulis riwayat tersebut.
© Dream
Dalam kitab yang sama, dijelaskan bahwa kaki Imam Az-zamakhsyari patah itu karena kejatuhan hujan es. Imam Adz-dzahabi dalam Tarikh Al-Islam (11/597) juga mengutip cerita ini, penyebab patahnya kaki Az-zamakhsyari adalah karena terkena hujan es.
Pelajaran dari kisah tersebut adalah doa ibu yang begitu dahsyat. Rasulullah SAW bersabda;

“ Tiga doa orang yang pasti diijabah, yaitu; doanya orang yang terdzalimi, musafir (sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat), dan doanya seorang ibu kepada anaknya”. (HR Imam Tirmidzi No 1905).
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Sikap anak-anak seringkali sangat menguras emosi orangtua. Terutama saat mereka berulah, tak mau mendengarkan atau tidak disiplin. Tanpa sadar kita sebagai orangtua menegurnya dengan suara tinggi, membentak, bahkan berteriak
Hal tersebut sebaiknya dihindari. Dalam Islam, orangtua diajarkan untuk menjadi teladan yang baik bagi anak. Dikutip dari DalamIslam.com, Sebagaimana nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya yang diabadikan dalam Alquran:

Artinya: Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai,” (Luqman: 19).
Maksudnya, janganlah berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara tanpa kebutuhan. Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya): “ Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Berteriak pada anak menurut islam adalah dilarang. Diriwayatkan dalam hadits saat mengurus anak, orangtua seharusnya bisa bertindak seperti anak-anak ketika sedang bersama si kecil, orangtua harus lebih bisa memahami anak-anaknya dengan lebih baik.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

“ Kalau kalian mendengar ayam berteriak (berkokok) maka berdoalah meminta nikmat kepada Allah. Namun, jika kalian mendengar suara keledai berteriak (meringkik) maka mintalah perlindungan kepada Allah, karena keledai tersebut sedang melihat setan,” tafsir Ibnu Katsir, 3/711.
© Dream
Untuk menghindari membentak anak meski Moms dan Dads merasa kesal ketika mereka berulah, inilah beberapa cara yang bisa diterapkan:
1. Istighfar
Ketika berteriak kepada anak, itu tandanya anda berada dalam keadaan marah yang disebabkan oleh bisikan setan. Oleh karena itu pentinh untuk mencari perlindungan dari setan, seperti mengucapkan istighfar “ Astagfirullahaladzim”.
Agar di jauhkan dari godaan setan. Sebagaimana di riwayatkan oleh atiyyah sa’di Nabi berkata:
“ Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari Kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudhu,” (Abu Dawud).
© Dream
2. Menjauh dari anak
Untuk sementara, jauhkan diri dari anak saat emosi sedang tinggi. Tenangkan diri lebih dulu, tarik napas panjang. Setelah emosi menurun, baru kemudian bicaralah dengan anak secara baik-baik.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
“ Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya ” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)
3. Duduklah saat berbicara
Faktanya saat berdiri membuat orangtua akan lebih mudah marah. Untuk mencegah hal-hal seperti itu, sebaiknya lekas duduk ketika berbicara kepada anak-anak, ini juga bagian dari sunnah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) beliau bersabda dalam satu hadis:
“ La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga).”
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
