Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Istimewa
Dream - Anggapan industri pertambangan hanya cocok untuk pekerja dari kaum laki-laki ternyata tak sepenuhnya tepat. Dengan kesempatan yang sama kini semakin banyak sumber daya manusia perempuan yang turut berperan dalam dunia industri ini, bahkan menjabat menjabat sampai tingkat komisaris.
Gambaran tersebut setidaknya terlihat dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID yang mendukung women empowerment atau pemberdayaan wanita. Diketahui 10 persen pegawai di Grup MIND ID merupakan wanita dengan 16,22 persen di antaranya menjabar sebagai anggota Dewan Komisaris ataupun direksi Grup MIND ID.
“ Untuk bisa menjadi pemain global, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu aspek strategis dalam menjawab kebutuhan dan tantangan global,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf dalam keterangannya, dikutip Rabu, 38 Juni 2023.
Saat ini MIND ID mempekerjakan sebanyak 10.843 karyawan dan kontrak, 20.855 pekerja outsourcing dan sebanyak 15.381 karyawan bahkan telah menyelesaikan pelatihan K3 (OSH Training).
Sebanyak 99,58 persen rasio karyawan MIND ID Group juga telah kembali bekerja setelah menjalankan cuti melahirkan.
Dalam menjalani pekerjaannya, rata-rata jam pelatihan yang diperoleh karyawan per tahun mencapai 66,23 jam/pekerja.
Dengan gambaran kondisi SDM tersebut, MIND ID mempekerjakan sekitar 10 persen pegawai perempuan.
Dari jumlah tersebut, Adapun jumlah tenaga kerja wanita berdasarkan status kepegawaian di masing-masing anggota grup, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) memiliki 304 karyawan wanita tetap dan 13 karyawan wanita kontrak, PT Bukit Asam Tbk memiliki 292 karyawan wanita tetap dan 16 karyawan wanita kontrak.
Kemudian PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memiliki 150 karyawan wanita tetap dan 4 karyawan wanita kontrak, serta PT Timah Tbk memiliki 273 karyawan wanita tetap dan 7 karyawan wanita kontrak. Dari angka tersebut, terdapat total 1.019 karyawan wanita tetap dan 40 karyawan wanita kontrak.
Sementara itu, hingga 2022, total ada sekitar 964 rekrutan lokal yang menjabat sebagai manajemen dan manajemen senior di Grup MIND ID. Angka tersebut merupakan 8,89 persen dari total tenaga kerja tetap.
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui entitas PT Mineral Industri Indonesia (Persero) sendiri yang memiliki mayoritas saham pada empat perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.
Menurut Heri Yusuf, digitalisasi Industri Pertambangan juga telah menjadi salah satu aspek utama yang menjadi perhatian perusahaan. Transformasi operasional secara bertahap menjadi digital dilakukan untuk memberikan nilai tambah di seluruh rantai proses penambangan dan pengolahan mineral.
“ Selain itu upaya tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan aktivitas operasional yang optimal sekaligus efisien,” ungkapnya.
Masing-masing anggota MIND ID juga memiliki inisiatif digital masing-masing. Sebut saja ANTAM yang memiliki inisiasi hole marking, core marking QR code dan Artificial Intelligent (AI) untuk menganalisis foto inti. Sain itu, ada juga Virtual Assistant for Employee Service Desk Human Capital (VANESHA).
Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk memiliki aplikasi seluler CISEA untuk produksi dan sistem pemantauan kinerja serta pemindai dan analisis batubara. Adapun INALUM memiliki sistem cerdas (smart system) di pabrik pengolahan.
Selanjutnya PT Timah Tbk memiliki Ausmelt TSL Furnace untuk pengolahan mineral. Sedangkan PT Freeport Indonesia memiliki jaringan hyperconnected untuk membuka kunci SmartMining 5.0 dengan teknologi 5G: Operasi Loader Jarak Jauh. Selain itu, perusahaan ini juga terus meningkatkan keterampilan non-staf untuk operasi dan otomasi jarak jauh yang didukung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi PTFI.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya