Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Inilah sekolah paling mahal di dunia, tempat orang terkaya dan para raja di dunia menimba ilmu. Institut Le Rosey, nama sekolah paling mahal yang pernah mendidik sejumlah Raja dan publik figur dunia.
Sekolah ini layak dibilang mahal, karena pada saat menimba ilmu di Institut Le Rosay, seorang Raja atau setiap siswa dalam setahun harus membayar ongkos hingga US$130 ribu atau setara Rp1,86 miliar.
Dikutip dari laman Oddity Central, Jumat 1 April 2022, Institut Le Rosay didirikan pada tahun 1880 oleh Paul Carnal. Sekolah ini adalah satu-satunya sekolah asrama dengan dua kampus.
Le Rosey yang luas terletak di tepi Danau Jenewa, dilengkapi dengan kolam renang ukuran Olimpiade, lapangan tenis, lapangan tembak, pusat berkuda, gedung konser serta kampus musim dingin di Gstaadt, tempat para siswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bermain ski di sore hari.
Dengan fasilitasnya yang sangat mengesankan, tiap kelas rata-rata hanya memiliki kurang dari 10 siswa. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapat perhatian yang layak, sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Meskipun Institut Le Rosay menyebut dirinya sebagai institusi inklusif internasional yang hanya akan mengambil 10 persen dari mahasiswanya dari satu negara, tapi karena biaya kuliah yang mahal, hanya keturunan paling cerdas dari keluarga terkaya di dunialah yang memiliki kesempatan untuk diterima.
Dari 420 tempat yang tersedia untuk siswa berusia 7 hingga 18 tahun, hanya 30 siswa yang dapat menghadiri kelas di Institut Le Rosay karena orang tua mereka mengajar di sana, dan hanya 3 siswa yang menerima beasiswa setiap tahun.
Menariknya, dengan biaya kuliah tahunan sebesar Rp1,8 miliar, siswa tidak hanya dapat akses ke dua kampus, tapi semua fasilitas luar biasa yang menyertainya, pendidikan luar biasa, serta uang saku yang dikelola oleh staf.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya