7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Otoritas Pasar Modal (CMA) Arab Saudi mengizinkan para investor dari luar Arab Saudi untuk membeli real estate seperti tanah dan properti di Mekah dan Madinah.
Dikutip dari laman Arab News, Senin, 8 November 2021, investor dari luar Arab Saudi diizinkan untuk membeli dan memiliki real estat untuk tempat tinggal mereka sendiri, dan setelah mendapatkan lisensi dari Kementerian Dalam Negeri.
Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi juga menerima perusahaan asing dan investor untuk berinvestasi di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.
Arab Saudi sudah memberikan ultimatum bagi perusahaan asing dan investor yang mau berinvestasi di negara mereka untuk mendirikan kantor pusat di negaranya sebelum 2024. Nantinya, pemerintah setempat akan memberikan lisensi operasional kepada perusahaan yang mau memenuhi komitmen tersebut.
Saat ini, sudah ada 44 perusahaan asing yang sudah diberi lisensi operasional karena berkomitmen mendirikan kantor pusat. Namun, mereka belum mengungkap siapa saja perusahaan asing tersebut.
" Ada 44 perusahaan dari berbagai sektor dan negara telah menandatangani perjanjian untuk pindah (kantor pusat regional mereka) dan telah memperoleh izin akhir," ungkap Menteri Investasi Khalid al-Falih, dilansir dari AFP, Kamis, 28 Oktober 2021.
Lebih lanjut, pemerintah ingin jumlah perusahaan asing yang mendapat lisensi terus bertambah ke depan. Sebab, kehadiran mereka bisa turut menambah lapangan kerja di negara kaya minyak itu.
" Kita targetkan jangka pendek bisa mencapai 400-500 perusahaan, tapi tidak ada batasannya," ucapnya.
Tak hanya memberi lisensi, pemerintah juga akan memberikan insentif bebas pajak kepada perusahaan terlisensi selama 50 tahun.
Insentif ini tak segan diberikan karena menurut hitungan pemerintah, kehadiran para perusahaan asing bisa memberi potensi ekonomi mencapai US$45 miliar atau setara Rp639 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS).
Di sisi lain, kebijakan Arab Saudi ini dinilai sengaja diberlakukan untuk menyaingi perkembangan bisnis negara tetangganya, Uni Emirat Arab (UEA).
Sebab, UEA telah mendominasi perkembangan bisnis di kawasan Timur Tengah karena para perusahaan asing memiliki kantor pusat di Dubai.
" Kalau ada kompetisi, itu kompetisi kreatif yang menguntungkan kedua belah pihak. Semua akan diuntungkan dengan pertumbuhan dan keterbukaan," tuturnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?