Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Kenaikan tarif KRL atau kereta rel listrik tinggal tunggu waktu. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Didiek Hartantyo, memberikan bocoran waktu penerapan tarif baru di KRL.
Kabar kenaikan tarif KRL pertama kali mencuat pada awal tahun 2022. Namun, waktu penerapan tarif baru itu belum disampaikan secara pasti baik dari Kementerian Perhubungan maupun operator dari KAI.
Didiek memberikan sedikit bocoran mengenai penerapan tarif baru ini. " Pokoknya tahun ini," katanya, Kamis 12 Mei 2022.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menyampaikan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut kelanjutan dari penerapan kebijakan ini.
Kondisi ekonomi masyarakat saat ini jadi salah satu dasar pertimbangan yang jadi perhatiannya.
“ Akan ada pembahasan kembali mempertimbangkan situasi terkini,” katanya.
Sebelumnya, tarif KRL diwacanakan akan naik, dari semula Rp3.000 per 25 kilometer pertama menjadi Rp5.000 per 25 km pertama.
Artinya ada kenaikan sekitar Rp 2.000. Sementara untuk selanjutnya tidak ada kenaikan atau tetap Rp 1.000 untuk setiap 10 km berikutnya.
Meski akan melakukan pembahasan, Adita tak menyebut kapan waktu penerapan tarif baru tersebut akan mulai berlaku.
Sisi lain yang jadi pertimbangannya juga mengenai kemampuan masyarakat yang kini dihadapkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan sejumlah komoditas lain.
“ Situasi paska mudik termasuk jadi pertimbangan kami. Juga adanya kenaikan harga di berbagai komoditas yang bisa memengaruhi buying power masyarakat,” katanya.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya