7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
© MEN
Dream - Para miliarder Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat selama datangnya pandemi Covid-19 yang membuat roda ekonomi berputar melambat. Namun di tengah tantangan tersebut, kekayaan para hartawan ini dilaporkan meningkat.
Majalah bisnis dunia, Forbes, baru-baru ini merilis kembali daftar 50 orang terkaya Indonesia tahun 2021, Indonesia’s 50 Richest.
Hampir tiga perempat miliarder di daftar tersebut mengalami pertambahan kekayaan dengan delapan diantaranya mengalami tambahan harta minimal US$ 1 miliar
Meski daftar orang terkaya di Indonesia tak terlalu banyak berubah, total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia ini mengalami kenaikan 21 persen sekaligus mencatat rekor US$162 miliar, atau sekitar Rp2.326 triliun. Tahun lalu total kekayaan para hartawan Indonesia ini mencapai US$ 133 miliar.
Data kekayaan para miliarder Indonesia ini diperoleh dari informasi keuangan dan kepemilikan saham individu dan keluarga, bursa saham Indonesia, laporan tahunan perusahaan, dan analis. Sementara perhitungan untuk miliarder yang mengelola perusahaan pribadi dihitung menggunakan perbandingan dengan perusahaan serupa.
Berikut daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia tahun 2021 versi Forbes.
10. Bachtiar Karim dan Keluarga
Terakhir, ada Bachtiar Karim di posisi ke sepuluh. Bos kilang minyak sawit ini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai USD3,5miliar atau sekitar Rp50,2 triliun.
Keluarga tersebut memiliki kilang minyak sawit pertama di Indonesia pada tahun 1970, dua tahun kemudian kilang sawit itu diberi nama Musim Mas.
9. Jogi Hendra Atmadja
Jogi Hendra Atmadja merupakan bos Mayora, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, sereal, permen, biskuit dan masih banyak lagi. Jogi memiliki kekayaan bersih mencapai USD4,1 miliar atau sekitar Rp58,8 triliun.
Grup Mayora menjual mereknya, termasuk Kopiko, Danisa dan Roma, di lebih dari 100 negara. Keluarganya mulai membuat biskuit di rumah pada tahun 1948 dan secara resmi mendirikan grup Mayora pada tahun 1977.
8. Boenjamin Setiawan
Boenjamin Setiawan, yang memiliki gelar doktor di bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 bersama lima saudara kandungnya.Kalbe Farma kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.
Boenjamin memiliki total kekayaan bersih mencapai USD4,2 miliar dollar atau sekitar Rp60,3 triliun. Pria yang akran dipanggil Dr. Boen ini juga mengendalikan Mitra Keluarga yang kini mengoperasikan 25 rumah sakit.
7. Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo dan keluarganya mendapatkan kekayaannya dari membuat rokok kretek Gudang Garam, yang memproduksi 90 miliar batang pada tahun 2019. Kekayaan bersihnya tercatat mencapai USD4,8 miliar atau sekitar Rp68,9 triliun.
Gudang Garam berekspansi ke bidang infrastruktur termasukpembangunan jalan tol pada 2019, serta membangun Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
6. Chairul Tanjung
Nama Chairul Tanjung sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bos CT Corp membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega dan CT Global Resources.
Di bidang retail, Chairul Tanjung memiliki Carrefour dan Transmart. CT Corp juga menguasai waralaba Wendy's di Indonesia, serta merek ternama seperti Versace, Mango dan Jimmy Choo. |Bahkan ia juga memiliki saham di maskapai nasional Garuda Indonesia.
5.Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu adalah putra seorang pedagang karet yang memulai bisnis kayu pada akhir tahun 1970-an. Ia memiliki kekayaan bersih sebesar USD6,1 miliar atau sekitar Rp87,5 triliun.
Prajogo adalah pemilik perusahaan energi dan petrokimia PT Barito Pacific Tbk. Di perusahaan tersebut, ayah tiga anak ini menguasai 71,64 persen saham. Barito Pacific merupakan pemegang saham mayoritas emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dengan menguasai 41,88 persen saham.
4. Sri Prakash Lohia
Di posisi keempat, ada Sri Prakash Lohia, pria asal India yang hijrah ke Indonesia saat berusia 21 tahun. Ia menghasilkan kekayaan yang berlimpah dengan memproduksi PET dan petrokimia lainnya.
Pada 1970-an ia dan ayahnya pindah dari India ke Indonesia, dan mendirikan Indorama Corporation sebagai pembuat benang pintal. Sekarang bisnisnya berkembang menjadi pembangkit tenaga listrik petrokimia, membuat produk industri termasuk pupuk, poliolefin, bahan baku tekstil dan sarung tangan medis.
3. Anthoni Salim
Anthoni Salim yang menduduki posisi ketiga, memiliki kekayaan bersih USD8,5 miliar atau setara dengan Rp122 triliun. Bos Salim Group ini memiliki perusahaan di berbagai bidang, seperti makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi.
Salim juga merupakan CEO Indofood, salah satu pembuat mie instan terbesar di dunia, dengan pendapatan senilai USD5,8 miliar. Selain itu,keluarga Salim memiliki saham di perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong, First Pacific, yang memiliki aset sebesar USD27 miliar di enam negara.
2. Keluarga Widjaja
Keluarga Widjaja yang berada di urutan kedua, memiliki kekayaan bersih sebesar USD9,7 miliar atau setara dengan Rp139,2 triliun. Keluarga Widjaja mewarisi kerajaan bisnis yang dirintis oleh Eka Tjipta Widjaja. Eka meninggal pada Januari 2019 di usia 98 tahun.
1. Hartono Bersaudara
Robert Budi Hartono dan Michael Hartono berada di urutan pertama orang terkaya di Indonesia tahun 2021. Hartono bersaudara memiliki kekayaan bersih mencapai USD42,6 miliar atau setara dengan Rp611,4 triliun.
Selain menjadi pemilik Grup Djarum, mereka mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari hasil investasi saham di Bank Central Asia (BCA). Bukan hanya itu, keluarga ini juga merupakan pemilik merek elektronik populer Polytron dan real estate utama di Jakarta.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?