Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
© MEN
Dream - Banyak orang bercita-cita menjadi kaya raya dengan hjarapan bisa hidup nyaman. Demikian pula dengan pria dalam kisah berikut ini. Dia rela meninggalkan pekerjaan tetap demi bisa 'bermain' pada investasi Bitcoin.
Cita-cita itu terwujud. Berkat Bitcoin dia kaya mendadak. Namun anehnya, setelah tajir-melintir dia malah merasa bosan menjadi 'Sultan'. Dia merasa tidak menemukan kebahagiaan setelah menjadi orang kaya.
Pria yang tidak diketahui nama dan asalnya ini sebelumnya merupakan konten kreator. Kebanyakan kontennya meliputi bidang pariwisata, seperti mengulas hotel hingga restoran mewah dengan berkeliling dunia.
Dari pekerjaannya tersebut, ia mendapat gaji sebesar 25 ribu poundsterling atau sekitar Rp475 juta. Meski penghasilannya terbilang cukup, pria itu mengaku tidak suka membeli barang mewah dan malah menghemat sebagian dari gajinya setiap tahun.
Kemudian di tahun 2014, pria ini mengenal Bitcoin dan menginvestasikan hampir semua uang yang dimilikinya, meskipun ia tahu bahwa Bitcoin ini fluktuatif.
" Selama kurun waktu satu setengah tahun, saya memasukkan hampir semua yang saya simpan ke dalamnya. Menghitung penghasilan saya akan membuat saya kembali ke depan bahkan jika itu berkurang. Sekali lagi, gila atau bodoh saya tahu," ungkap pria itu, dikutip dari Daily Star, Selasa 14 Desember 2021.
Hingga akhirnya, pada tahun 2019, pria itu telah menghasilkan pendapatan sebesar 26 juta poundsterling. Lalu ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetapnya dan meluangkan waktu untuk bepergian, memulai hobi baru, dan mengunjungi teman.
Sayangnya, pria itu merasa tidak ada kegembiraan di dalam hidupnya. Bahkan dia merasa tidak pantas mendapatkan keuntungan berlimpah itu dari Bitcoin. Menurutnya, pekerjaannya yang dulu adalah sumber kebahagiannya.
" Saya dulu mencintai pekerjaan saya dan itu adalah sumber dari banyak kegembiraan dalam hidup saya. Sulit untuk menciptakannya kembali hanya dengan uang, tetapi saya juga tidak ingin melakukan pekerjaan yang diperlukan hanya untuk mendapatkan barang-barang berstatus tinggi," kata pria itu.
" Pada dasarnya, saya merasa seperti saya menggunakan kode cheat dalam hidup saya dan sekarang saya tidak yakin bagaimana membuatnya menyenangkan lagi," tambahnya.
Terlepas dari keberuntungan pria itu, membeli cryptocurrency apa pun merupakan hal yang berisiko. Crypto bisa lebih berisiko daripada investasi lain karena sifatnya yang fluktuatif dan spekulatif.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya