7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi/ Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, termasuk budaya kerja. Semenjak pandemi terjadi awal 2020, banyak kantor menerapkan sistem work from home alias WFH. Bekerja dari rumah.
Dengan sistem itu, para karyawan bisa mengerjakan segala tugas kantor dari rumah. Sehingga punya banyak waktu untuk diri sendiri maupun keluarga. Sistem WFH juga memungkinkan karyawan mendapatkan work life balance, memerhatikan diri sendiri sambil tetap bekerja.
Terkadang, bekerja dengan terlalu keras dapat membuat sebagian orang lupa untuk memberikan apresiasi untuk dirinya sendiri. Padahal, apresiasi diri sangat penting dilakukan.
Namun dengan semakin landainya kasus onfeksi virus corona, kini banyak kantor menerapkan sistem kerja hybrid. Dalam sistem ini, terkadang karyawan melakukan pekerjaan di kantor dan di rumah. Cara ini juga masih fleksibel.
Namun kini muncul istilah smart working atau bekerja cerdas. Karyawan bisa memanfaatkan teknologi dan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal. Cara kerja ini lebih fleksibel dan efisien.
Poin terpenting smart working adalah bisa bekerja dengan maksimal sekaligus punya waktu lebih untuk meningkatkan potensi, wellness dan well-being lebih terjaga. Salah satu perusahaan yang menerapkan sistem ini adalah AXA Financial Indonesia.
“ Manfaat yang paling penting, teman-teman karyawan, bisa memaksimalkan potensi mereka, serta energi yang mereka punya, dan yang paling penting wellness dan wellbeing mereka lebih meningkat,” ungkap Dian Yuwiraswati, Chief Human Resources Officer AXA Financial Indonesia, dalam media briefing AXA Financial, Jakarta, Senin 8 Agustus 2022.
Saat ini, AXA Financial menerapkan cara kerja hybrid, dengan tiga hari kerja para karyawan bekerja dari kantor, dan dua hari lainnya bisa dilakukan secara remote dari mana saja.
“ AXA Financial Indonesia melalui Smart Working bertujuan untuk memungkinkan karyawan mengatur waktu antara kantor dan pekerjaan jarak jauh untuk memberikan fleksibelitas individu dan pemberdayaan lebih lanjut,” ungkao Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia.

Dalam budaya smart working yang dibuat oleh AXA, kesejahteraan karyawan, kesehatan fisik dan mental, serta kolaborasi, menjadi pilar pertamanya.
AXA Financial juga meremajakan area kerjanya dengan menghadirkan ruangan-ruangan terbuka, yang membuat karyawannya bisa bekerja secara produktif dan berkolaborasi dengan teman-temannya.
Sedangkan, untuk karyawan yang memilih bekerja dari rumah, infrastuktur pendukung juga turut disediakan, seperti kursi dan meja kerja.

Dengan menghadirkan budaya kerja smart working, AXA berharap para karyawannya bisa memiliki keseimbangan kehidupan pekerjaan yang lebih baik, sehingga membuat pekerjaan yang dilakukan bisa lebih maksimal.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?